1. News
  2. Opinion
  3. Bandara Frans Seda Maumere masih Tutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi

Bandara Frans Seda Maumere masih Tutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi

bandara-frans-seda-maumere-masih-tutup-akibat-erupsi-gunung-lewotobi
Bandara Frans Seda Maumere masih Tutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Bandara Frans Seda Maumere masih Tutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).(Dok. PVMBG)

BANDARA Fransiskus Xaverius Seda Maumerehingga Senin (8/6) masih ditutup akibat dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penutupan yang telah berlangsung sejak Sabtu (6/6) itu dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan.

PGS.General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandar Udara Internasional El Tari Kupang, Sutrisno, mengatakan hingga saat ini Bandara Frans Seda belum kembali beroperasi karena masih terdampak aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki.

“Bandar Udara Fransiskus Xaverius Seda di Maumere sampai dengan hari ini masih ditutup dengan pertimbangan faktor keselamatan dan keamanan penerbangan,” kata Sutrisno, Senin (8/6).

Selain berdampak pada Bandara Frans Seda, sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki juga menyebabkan sejumlah maskapai membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional El Tari Kupang.

“Sehubungan dengan adanya sebaran debu vulkanik dari letusan Gunung Lewotobi Laki-laki, pihak maskapai memutuskan untuk membatalkan penerbangan dari dan menuju Bandar Udara Internasional El Tari Kupang. Hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi demi menjaga keselamatan dan keamanan operasional penerbangan,” ujarnya.

Meski demikian, Sutrisno memastikan operasional Bandar Udara Internasional El Tari Kupang saat ini tetap berjalan normal. Pelayanan penumpang dan aktivitas penerbangan lainnya berlangsung sesuai prosedur yang berlaku.

Sementara itu, aktivitas vulkanik Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan peningkatan. Berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki pada Senin (8/6) pukul 06.00 hingga 12.00 Wita, tercatat sejumlah gempa vulkanik dan tektonik yang menandakan gunung tersebut masih aktif.

Petugas Pengamatan Gunung Api Lewotobi Laki-laki, Herman Yosef S. Mboro, melaporkan dalam periode enam jam tersebut terjadi tiga kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 29,6 hingga 47,3 milimeter dan durasi 71 hingga 155 detik. Selain itu, tercatat lima kali gempa tremor non-harmonik dengan amplitudo 2,9 hingga 7,4 milimeter dan durasi 60 hingga 75 detik, serta satu kali gempa low frequency dengan amplitudo 5,9 milimeter dan lama gempa 21 detik.

Aktivitas tektonik juga masih terpantau cukup tinggi. Dalam periode yang sama, petugas mencatat enam kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 2,9 hingga 47,3 milimeter, selisih waktu gelombang S-P antara 10 hingga 193 detik, serta durasi gempa mencapai 28 hingga 400 detik.

Menyikapi kondisi tersebut, masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak melakukan aktivitas apa pun dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki. Warga juga diminta tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah daerah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya.

PVMBG turut mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi banjir lahar hujan pada sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-laki apabila terjadi hujan berintensitas tinggi. Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan meliputi Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. (H-3)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Bandara Frans Seda Maumere masih Tutup akibat Erupsi Gunung Lewotobi
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us