Jakarta (ANTARA) – Juara dunia kelas terbang ringan (48,9kg) World Boxing Council (WBC) Shokichi Iwata bersiap naik ring menghadapi penantang tak terkalahkan Erik Badillo di Arena Kokugikan, Tokyo, Jepang, 20 Juli mendatang.
“Pertarungan ini menjanjikan bentrok kekuatan dan pengalaman sang juara melawan semangat dan jiwa muda seorang penantang,” demikian pernyataan WBC dalam laman resminya yang dikutip di Jakarta, Kamis.
Duel tersebut menghadirkan persaingan antara dua petinju dengan karakter bertarung yang berbeda dan sama-sama memiliki ambisi besar untuk membuktikan diri di panggung dunia.
Iwata merebut sabuk juara dunia WBC pada Oktober 2024 setelah mencatat kemenangan meyakinkan atas Jairo Noriega. Keberhasilan tersebut menjadi puncak dari perjalanan panjang petinju Jepang itu yang selama bertahun-tahun membangun reputasi sebagai salah satu petinju terbaik di kelasnya.
Kini, petinju Jepang itu akan menjalani pertahanan gelar yang penting untuk semakin memperkuat statusnya sebagai penguasa divisi kelas terbang ringan.
Petinju berusia 29 tahun itu memasuki laga dengan rekor profesional 16 kemenangan, termasuk 13 kemenangan melalui knockout (KO), serta dua kekalahan. Persentase kemenangan KO yang tinggi menunjukkan kekuatan pukulan Iwata yang menjadi salah satu senjata utamanya di atas ring.
Selain memiliki daya pukul yang besar, Iwata dikenal sebagai petinju yang disiplin dalam menerapkan strategi. Bermain di hadapan pendukung sendiri di Tokyo diperkirakan akan memberikan tambahan motivasi bagi sang juara.
Di seberang ring akan berdiri Erik Badillo, petinju asal Meksiko yang mendapatkan kesempatan emas untuk merebut gelar juara dunia pertamanya. Badillo akan datang ke Jepang dengan modal rekor sempurna 19 kemenangan tanpa kekalahan, sebuah catatan yang menunjukkan konsistensi dan kualitasnya sebagai salah satu prospek terbaik di kelas terbang ringan.
Meski belum pernah merasakan atmosfer pertarungan perebutan gelar dunia, Badillo tidak akan gentar menghadapi tantangan besar tersebut. Sepanjang karier profesionalnya, ia telah menunjukkan kemampuan teknis yang baik, kecepatan tangan yang mengesankan, serta daya tahan yang membuatnya mampu menjaga intensitas pertarungan hingga ronde-ronde akhir.
Bagi Badillo, pertarungan ini bukan hanya soal memperebutkan sabuk juara dunia, tetapi juga kesempatan untuk membuktikan dirinya layak bersaing di level tertinggi.
Badillo mengandalkan rekor tak terkalahkan, kepercayaan diri tinggi, serta semangat petinju muda yang sedang berada dalam momentum terbaiknya, untuk menguji Iwata yang memiliki keunggulan dalam pengalaman menghadapi lawan-lawan kelas dunia.
Baca juga: Juara WBC Ryan Garcia siap bertanggung jawab lawan siapa pun
Baca juga: O’Shaquie Foster atasi Ford untuk pertahankan sabuk juara dunia WBC
Baca juga: Ryad Merhy gulingkan Kevin Lerena untuk kuasai kelas bridge WBC
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.