
KEMENTERIAN Agama Republik Indonesia memberikan apresiasi tinggi atas prestasi tingkat internasional yang diraih Tim Robotik Mulieng dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pidie, Provinsi Aceh. Lembaga pendidikan menengah atas tersebut berhasil memboyong empat gelar juara sekaligus pada ajang 16th World Robotic Training and Competition (IRTC) yang diselenggarakan di Malaysia dan Singapura pada 26 hingga 29 Juni lalu.
Apresiasi tersebut disampaikan oleh Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia, Faisal Ali Hasyim, pada Senin (6/7). Ia menyatakan kebanggaannya atas pencapaian Tim Robotik Mulieng yang telah mengharumkan nama pelajar Nusantara di kancah global.
Dalam kompetisi tersebut, MAN 1 Pidie sukses merebut empat gelar bergengsi, yaitu:
- Juara I Robot Soccer
- Juara I Robot Sumo Berkaki
- Juara II Robot Sumo 1 Kilogram
- Juara II Robot Sumo 500 Gram
Prestasi ini diraih berkat kerja keras tim yang diperkuat oleh enam personel, yakni Muhammad Thaifuri (Ketua Tim sekaligus Kepala MAN 1 Pidie), Safri Ali (Pelatih), serta empat siswa berbakat: Askiya Humaira, Habibi Azzarrar, Muhammad Rizki, dan Ryas Juan Koddafi.
Pemerataan Kualitas Pendidikan Madrasah
“Saya memberikan apresiasi kepada Tim Robotik MAN 1 Pidie. Ini tentu menunjukkan bahwa semakin meratanya kualitas pendidikan ke daerah. Jika selama ini kiblat prestasi madrasah lebih banyak di Pulau Jawa, ternyata dengan tekad dan kesungguhan, anak-anak di Aceh juga bisa meraih prestasi membanggakan di pentas internasional,” tutur Faisal Ali Hasyim.
Faisal, yang merupakan putra asli Tiro, Kabupaten Pidie, berharap pencapaian ini menjadi motivasi bagi siswa madrasah lainnya di seluruh Indonesia. Ia menegaskan komitmen Kemenag untuk terus memberikan perhatian agar MAN 1 Pidie dapat menjadi panutan bagi madrasah lainnya di Aceh.
Peluang Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)
Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, Faisal menjelaskan bahwa Kementerian Agama melalui Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Keagamaan (Puspenma) telah berkolaborasi dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan untuk menyediakan program beasiswa.
“Kemenag melalui LPDP Puspenma telah menyiapkan ‘Beasiswa Indonesia Bangkit’ bagi lulusan MAN yang mampu menembus perguruan tinggi favorit, baik di dalam maupun luar negeri. Tentunya bagi yang memenuhi syarat dan lulus tes,” ungkap Faisal.
Beasiswa Puspenma ini bersifat didanai penuh atau pembiayaan penuh, yang mencakup uang kuliah, biaya hidup, serta fasilitas pendukung lainnya. Program ini terbuka untuk berbagai jenjang pendidikan, mulai dari S1 (jalur Santri dan Unggulan Keagamaan), hingga jenjang S2 dan S3 bagi umum, dosen, guru, serta pegawai di lingkungan Kementerian Agama. (I-2)