
PRESIDEN Prabowo Subianto memberikan teguran keras sekaligus ajakan kepada seluruh aparatur negara di lingkungan pemerintahan, birokrasi, kementerian, hingga lembaga untuk segera membenahi diri. Presiden menekankan pentingnya perbaikan kualitas pelayanan publik dan komitmen nyata dalam memberantas praktik korupsi.
Pernyataan tersebut disampaikan Presiden Prabowo saat meresmikan lima bendungan yang dipusatkan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
“Kepada aparat negara, kepada petugas-petugas negara yang ada di pemerintahan, yang ada di birokrasi, di setiap kementerian, di setiap lembaga marilah kita bersama-sama benahi diri, perbaiki diri,” ujar Prabowo sebagaimana dipantau melalui siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden.
Jangan Melawan Keinginan Rakyat
Presiden menegaskan bahwa dirinya tidak ingin terus-menerus menoleh ke masa lalu. Namun, ia meminta dengan tegas agar seluruh jajaran pemerintahan saat ini mawas diri dan tidak mengabaikan aspirasi masyarakat yang sudah jenuh dengan praktik-praktik menyimpang.
“Saya tidak mau lihat ke belakang, tapi saya mohon perbaiki diri, mawas diri, jangan melawan kehendak rakyat. Rakyat tidak ingin korupsi dibiarkan, rakyat tidak ingin penipuan-penipuan dilanjutkan,” tegas Kepala Negara.
Prabowo juga memberikan pesan khusus kepada para birokrat, pejabat militer, kepolisian, hingga kejaksaan. Ia mengingatkan bahwa segala fasilitas, jabatan, hingga atribut yang mereka kenakan merupakan pemberian dari rakyat.
“Saudara adalah milik rakyat, bintangmu dari rakyat, sepatumu dari rakyat, topimu dari rakyat. Jangan pernah lupa itu. Kejaksaan demikian juga. Anda jaksa ya? Pakai bintang juga loh. Kau juga milik rakyat,” imbuhnya.
Hukum Tanpa Pandang Bulu
Di tengah berbagai tantangan dan perlawanan dari kelompok-kelompok koruptor, Presiden Prabowo memastikan bahwa penegakan hukum akan tetap berjalan sesuai prosedur yang berlaku. Ia menjamin hukum tidak akan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.
“Kadang-kadang saya itu hadapi maling-maling koruptor itu rasanya itu, tapi harus sesuai prosedur hukum. Ya kita laksanakan, kita akan tegakkan hukum, dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja, bukan hanya untuk orang kaya saja,” pungkasnya. (Ant/H-3)