
Pengalaman H. Kawilarang, Jelajahi Eropa Barat dan Afrika Utara dengan Modal 25 USD | Wikimedia Commons/Andrés Barrios
Perjalanan ke berbagai daerah, tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga di mancanegara tentu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Tidak heran, banyak orang dari berbagai belahan dunia yang memiliki hobi travelling ke berbagai daerah yang belum pernah dia kunjungi sebelumnya.
Kesenangan ini juga banyak digemari oleh orang-orang Indonesia. Kawan bisa melihat berbagai macam konten di media sosial tentang orang-orang Indonesia yang melakukan perjalanan ke berbagai belahan dunia lainnya.
Ternyata kegemaran ini tidak hanya dilakukan baru-baru ini saja. Kegemaran melakukan perjalanan jauh ini sudah ditemui sejak lama.
Surat kabar Indonesia Raya pernah mempublikasikan sebuah artikel pada 1971 silam yang menceritakan pengalaman petualang dari Indonesia. Uniknya, perjalanan ini dia mulai tanpa modal fantastis pada waktu itu.
Bagaimana kisah dari perjalanan luar negeri yang pernah diterbitkan oleh surat kabar Indonesia Raya tersebut? Simak cerita lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Berbekal 25 USD
Dinukil dari artikel “Dgn Modal US 25 Dolar Keliling Eropa Barat: Pengalaman H. Kawilarang” yang terbit di surat kabar Indonesia Raya edisi 11 Juli 1971, H. Kawilarang merupakan sosok yang diangkat ceritanya dalam publikasi koran tersebut. Dalam artikel tersebut dijelaskan jika H. Kawilarang memang memiliki cita-cita untuk merantau dan pergi melihat keindahan negeri asing dengan mata kepalanya sendiri.
Berbekal uang 25 USD, Kawilarang pun memutuskan untuk memulai perjalanan panjang. Belanda menjadi tujuan utama dari awal perjalanan yang dia lakukan waktu itu.
Untuknya Kawilarang memiliki koneksi yang dapat membantu mewujudkan mimpi besarnya. Misalnya, dia mendapatkan tiket pesawat secara cuma-cuma dari Indonesia ke Belanda berkat undangan dari temannya yang ada di sana.
Begitupun saat tiba di Belanda, dia pun diterima oleh kenalan serta orang-orang Indonesia yang ada di Belanda.
Lakukan Berbagai Jenis Pekerjaan
Meskipun disambut dengan baik, modal 25 USD yang dia bawa tentu tetap menjadi kendala. Sebab dia tidak bisa kembali pulang ke Indonesia dengan modal uang tersebut.
Kawilarang akhirnya memutuskan untuk bekerja di sana. Hal ini juga didukung oleh kenalan tempat dia menginap selama di Belanda.
Berbagai pekerjaan dia lakukan untuk menyambung hidup. Pada awalnya, Kawilarang bekerja di Restoran Java yang ada di daerah Leidse Plein pada waktu itu.
Selain itu, dia pernah juga melakukan berbagai macam pekerjaan lainnya, mulai dari pemetik buah hingga buruh pabrik. Semua dia lakukan untuk melanjutkan hidup serta mengumpulkan modal untuk kembali ke tanah air.
Suka dan Duka
Dari pekerjaan-pekerjaan yang dia lakukan, Kawilarang bertemu dengan berbagai macam pekerja dari belahan dunia lainnya. Dari pertemanan ini pula, Kawilarang akhirnya berkesempatan untuk melihat negara-negara lain yang ada di area Eropa Barat hingga Afrika Utara.
Dalam artikel tersebut dijelaskan jika Kawilarang memiliki seorang teman dekat yang berasal dari Maroko. Dirinya kemudian diundang untuk datang ke Maroko oleh temannya tersebut, yang nantinya terealisasi beberapa bulan berikutnya setelah dia memiliki uang yang cukup.
Total delapan bulan waktu yang Kawilarang habiskan dalam pengalamannya menjelajahi Eropa Barat dan Afrika Utara. Banyak suka duka yang dia dapatkan dalam pengalaman berharganya tersebut.
Berbagai pekerjaan yang dia lakukan tentu tidak berjalan mulus begitu saja. Selalu ada kendala yang dia alami, mulai dari tersesat karena belum paham daerah yang didatanginya, ketidakcocokan selera makanan, hingga rasa rindu untuk kembali ke tanah air.
Meskipun demikian, perjalanan Kawilarang selama enam bulan tersebut menjadi pengalaman yang sangat berharga dan belum tentu bisa dilakukan oleh setiap orang.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor