1. News
  2. Opinion
  3. Iran Bermain sesuai Gaya Trump untuk Perdalam Dilema Perangnya

Iran Bermain sesuai Gaya Trump untuk Perdalam Dilema Perangnya

iran-bermain-sesuai-gaya-trump-untuk-perdalam-dilema-perangnya
Iran Bermain sesuai Gaya Trump untuk Perdalam Dilema Perangnya
Iran Bermain sesuai Gaya Trump untuk Perdalam Dilema Perangnya
Donald Trump.(Al Jazeera)

PRESIDENAmerika Serikat Donald Trump tampaknya mulai merasakan perlawanan sengit dari Iran yang menggunakan taktik diplomasinya sendiri. Pada Senin (13/7/2026), Trump mengeluhkan bahwa Republik Islam tersebut tidak dapat dipercaya untuk menghormati kesepakatan. Teguran iniironis mengingat rekam jejaknya sendiri dalam menarik diri dari berbagai perjanjian internasional.

“Itu kesepakatan yang sudah selesai, lalu mereka melanggarnya. Mereka selalu melanggarnya,” ujar Trump kepada Fox News merujuk pada nota kesepahaman (MOU) yang sempat menghentikan perang secara singkat. Kritik ini memicu sorotan tajam, mengingat Trump pernah menarik AS keluar dari Kesepakatan Iklim Paris dan membatalkan kesepakatan nuklir Iran era Obama pada masa jabatan pertamanya.

Sindiran Art of the Dealdari Teheran

Ketegangan meningkat ketika Trump menyatakan niatnya untuk mengenakan biaya (tol) bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menanggapi hal tersebut, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membalas dengan nada sarkastik melalui platform X, menyebut bahwa Trump secara tidak langsung melegitimasi posisi Teheran untuk memungut biaya di jalur perairan vital tersebut.

“POTUS sepenuhnya benar,” tulis Araghchi. Ia menambahkan dengan nada mengejek bahwa tarif 20% yang diwacanakan terlalu tinggi.Iran akan bersikap lebih adildalam menentukan harga, sindiran langsung terhadap reputasi Trump sebagai penulis buku Seni Kesepakatan.

Realitas Perang yang tidak Terelakkan

Meskipun Trump sempat mengeklaim telah membawa perdamaian di Timur Tengah melalui penandatanganan MOU beberapa minggu lalu, ia kini mengubah narasinya. Dalam wawancara radio dengan Hugh Hewitt, Trump menyebut kesepakatan itu hanyalah tes yang gagal dipenuhi oleh Iran dan menganggapnya tidak berarti banyak.

Runtuhnya MOU ini mempertegas realitas pahit bagi Washington: Iran tetap mendikte dinamika konflik dengan memanfaatkan keunggulan geografis di Selat Hormuz. Tim negosiator Trump, yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, dinilai gagal mengantisipasi celah dalam bahasa hukum MOU yang memungkinkan Iran mendapatkan pengaruh baru.

Catatan Krisis: Kegagalan diplomatik ini berdampak langsung pada ekonomi global. Harga minyak mentah dan kontrak berjangka diesel melonjak tajam pada Senin menyusul kekhawatiran akan blokade total di Selat Hormuz.

Peluang Diplomasi di Tengah Ketegangan

Meski konfrontasi fisik kembali terjadi, termasuk serangan drone AS di Pangkalan Angkatan Laut Bandar Abbas pada 12 Juli 2026, beberapa analis melihat masih ada ruang untuk menghindari perang total. Trump sejauh ini belum menunjukkan keinginan untuk melakukan invasi darat ke pusat produksi minyak Iran di Pulau Kharg, yang diprediksi akan memakan banyak korban jiwa di pihak AS.

Di sisi lain, Iran juga menjaga batas eskalasi dengan tidak menyerang infrastruktur sipil secara membabi buta, meskipun satu serangan salah sasaran dari pihak AS dilaporkan menewaskan 168 anak-anak di sekolah Iran awal tahun ini.

Danny Citrinowicz, peneliti senior di Institute for National Security Studies Israel, menyatakan kepada CNN bahwa ruang diplomasi masih ada meskipun serangan balasan terus terjadi. Namun, ia memperingatkan bahwa situasi bisa lepas kendali jika aksi saling balas ini terus berlanjut setiap malam tanpa aturan main yang jelas.

Kini, setelah hampir lima bulan terjebak dalam konflik yang ia klaim telah dimenangkannya, Trump menghadapi pertanyaan besar yang belum terjawab: Bagaimana cara ia keluar dari perang ini tanpa kehilangan muka secara politik maupun strategis? (I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Iran Bermain sesuai Gaya Trump untuk Perdalam Dilema Perangnya
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us