1. News
  2. Komunitas
  3. Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak bagi Kesehatan. Mengenal Istilah Sitting Disease

Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak bagi Kesehatan. Mengenal Istilah Sitting Disease

duduk-terlalu-lama-bisa-berdampak-bagi-kesehatan.-mengenal-istilah-sitting-disease
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak bagi Kesehatan. Mengenal Istilah Sitting Disease

Bekerja di depan laptop selama berjam-jam, menghadiri rapat daring, belajar, lalu menghabiskan waktu dengan menonton atau bermain ponsel membuat banyak orang menghabiskan sebagian besar harinya dalam posisi duduk. Aktivitas ini memang terlihat biasa, tetapi jika dilakukan terus-menerus tanpa diselingi gerakan, dapat meningkatkan berbagai risiko kesehatan. Fenomena ini sering disebut sebagai sitting disease atau dampak kesehatan akibat gaya hidup yang terlalu sedentari.

Perlu dipahami, sitting disease bukanlah diagnosis penyakit resmi. Istilah ini digunakan untuk menggambarkan berbagai masalah kesehatan yang berkaitan dengan kebiasaan duduk terlalu lama. Menurut World Health Organization (WHO) dan American Heart Association (AHA), kurangnya aktivitas fisik merupakan salah satu faktor risiko berbagai penyakit tidak menular, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan obesitas.

Lalu, mengapa duduk terlalu lama perlu diwaspadai?

1. Tubuh membakar lebih sedikit energi
Saat duduk dalam waktu lama, metabolisme tubuh melambat sehingga kalori yang dibakar menjadi lebih sedikit dibanding saat bergerak.

2. Risiko penyakit kronis meningkat
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa gaya hidup sedentari berkaitan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga tekanan darah tinggi, terutama jika tidak diimbangi aktivitas fisik.

3. Otot dan sendi menjadi lebih kaku
Duduk terlalu lama dapat menyebabkan ketegangan pada leher, bahu, punggung, dan pinggul akibat posisi tubuh yang kurang berubah.

4. Konsentrasi juga bisa menurun
Bergerak sejenak membantu meningkatkan aliran darah ke otak sehingga dapat membuat tubuh terasa lebih segar dan fokus kembali.

5. Berdiri beberapa menit sudah bermanfaat
WHO menyarankan untuk mengurangi waktu duduk dengan berdiri atau berjalan singkat secara berkala sepanjang hari.

6. Manfaatkan aktivitas sederhana
Naik tangga, berjalan saat menerima telepon, atau mengambil air minum sendiri merupakan cara mudah untuk menambah aktivitas fisik.

7. Olahraga tetap penting
Berolahraga secara rutin membantu mengurangi dampak negatif dari gaya hidup sedentari, meskipun tetap disarankan untuk tidak duduk terlalu lama tanpa jeda.

8. Tubuh dirancang untuk bergerak
Aktivitas fisik tidak harus selalu berupa olahraga berat. Kebiasaan bergerak secara teratur sepanjang hari sama pentingnya untuk menjaga kesehatan.

Di tengah rutinitas yang semakin banyak dilakukan di depan layar, meluangkan waktu beberapa menit untuk berdiri dan bergerak bukanlah gangguan terhadap pekerjaan. Justru, kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi investasi kecil yang memberikan manfaat besar bagi kesehatan dalam jangka panjang.

Referensi:

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Duduk Terlalu Lama Bisa Berdampak bagi Kesehatan. Mengenal Istilah Sitting Disease
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us