Kabupaten Tangerang (ANTARA) – Atlet padel nasional Fitriani Sabatini, memetik pelajaran berharga pada ajang turnamen padel profesional International Padel Federation (FIP) Bronze Banten 2026 yang diikuti 34 pasangan putri dan 108 putra dari berbagai negara tersebut.
Fitriani bersama pasangannya Jessica Lucinda Palma Cruz asal Venezuela harus terhenti di babak semifinal FIP Bronze Banten di Dewa United Padel, Kabupaten Tangerang setelah menjalani laganya sejak 13 hingga 19 2026.
Dimana, dirinya menelan kekalahan dati pasangan ganda putri yakni Victoria Kurz (Jerman) berpasangan dengan Marcella Koek (Belanda).
“Lawan orang luar negeri cukup tough (keras) dan berat, karena mereka sudah hafal sekali dengan pantulan kaca dan penempatan bola,” ungkap Fitriani di Tangerang, Minggu.
Dia memandang, dari pengalaman pada debut di turnamen FIP Bronze Banten ini sebagai modal penting untuk meningkatkan kualitas permainannya untuk kedepannya.
Baca juga: Atlet Venezuela puji perkembangan padel di Indonesia
Fitriani mengakui, bahwa persaingan dalam turnamen tersebut memberikan tantangan tersendiri, terutama saat berhadapan dengan pemain luar negeri yang memiliki keunggulan dalam teknik dan pemanfaatan area lapangan.
“Lawan-lawannya cukup seperti main tenis, jadi kita bisa baca semua bola. Cuma kalau sudah lawannya orang luar negeri, cukup tough, cukup berat, karena mereka sudah hafal kaca dan penempatan bolanya” ungkapnya.
Untuk mengimbangi level permainan internasional di kemudian hari, saat ini dia telah mengidentifikasi beberapa aspek krusial yang harus ditingkatkan performanya antara lain menambah volume dan kualitas latihan menjadi prioritas utama.
Kemudian, membutuhkan banyak jam terbang atau pengalaman pertandingan agar lebih terbiasa dengan ritme kompetisi.
Baca juga: Delapan atlet padel jalani TC di Spanyol untuk persiapan Asian Games
“Mungkin selain itu saya akan fokus pada penguatan fisik dan ketahanan mental agar lebih stabil saat menghadapi tekanan di lapangan,” tuturnya.
Meski demikian, setelah mendapatkan pelajaran berharga di turnamen padel tahun ini, Fitriani merasan lebih motivasi untuk terus bisa berjuang dan memperbaiki kekurangan sebelumnya.
Dia pun berharap agar semakin banyak turnamen Federasi Padel Internasional (FIP) yang digelar di tanah air, seperti di Jakarta atau Banten.
“Ke depannya saya sangat ingin bisa juara di FIP. Harapan saya tentu ada lagi turnamen FIP di Indonesia, dan saya bisa meraih gelar juara,” kata dia.
Sebelumnya, turnamen padel profesional di bawah naungan International Padel Federation (FIP) sukses diselenggarakan sejak 13-19 Juli 2026 di Dewa United Padel, Tangerang, Banten.
Ajang yang bertajuk FIP Bronze Banten diikuti 34 pasangan putri dan 108 putra. Di mana, turnamen ini sebagai menyemarakkan dunia padel tanah air yang semakin berkembang.
Baca juga: FIP Bronze-Promises 2026, momen bersejarah untuk padel Indonesia
Pewarta: Azmi Syamsul Ma’arif
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.