1. News
  2. Opinion
  3. Gencatan Senjata Yaman Berakhir, Konflik Houthi-Arab Saudi kembali Memanas

Gencatan Senjata Yaman Berakhir, Konflik Houthi-Arab Saudi kembali Memanas

gencatan-senjata-yaman-berakhir,-konflik-houthi-arab-saudi-kembali-memanas
Gencatan Senjata Yaman Berakhir, Konflik Houthi-Arab Saudi kembali Memanas
Gencatan Senjata Yaman Berakhir, Konflik Houthi-Arab Saudi kembali Memanas
Houthi. (Al Jazeera)

SETELAHlebih dari empat tahun berada dalam gencatan senjata yang rapuh, kekayaan kini kembali berada di ambang perang skala penuh. Ketegangan antara koalisi militer pimpinan Arab Saudi dan milisi Houthi yang didukung Iran kembali memuncak, menghancurkan harapan akan perdamaian abadi yang sempat diupayakan melalui jalur diplomasi.

Eskalasi ini dipicu oleh kebuntuan negosiasi damai dan rasa frustrasi Houthi terhadap kondisi ekonomi di wilayah mereka. Situasi semakin diperparah oleh dampak perang Amerika Serikat dengan Iran yang menjadi pemantik di tengah kondisi Yaman yang sudah sangat tidak stabil.

Kegagalan Road MapPerdamaian

Pada akhir 2023, PBB sempat memfasilitasi kesepakatan awal atau road mapyang mencakup pembayaran gaji pegawai pemerintah di wilayah Houthi menggunakan pendapatan minyak Yaman. Nilai kesepakatan ini diperkirakan mencapai US$1 miliar hingga US$2 miliar per tahun. Namun, proses ini terhenti setelah serangan Hamas ke Israel pada Oktober 2023 dan kampanye militer Houthi di Laut Merah sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza.

Diplomat Barat menyebutkan bahwa serangan Houthi di Laut Merah dianggap melanggar prasyarat gencatan senjata. Sebaliknya, pejabat senior politik Houthi, Mohammed al-Bukhaiti, menuduh Arab Saudi gagal mengimplementasikan pembayaran gaji dan justru memperketat blokade udara serta laut terhadap Yaman.

Kepentingan Strategis dan Tekanan Regional

Para analis menilai Houthi merasa memiliki banyak keuntungan dari eskalasi ini, termasuk peluang menguasai pendapatan minyak dan memperkuat otoritas politik mereka. Farea al-Muslimi dari Chatham House mencatat perbedaan pendekatan kedua pihak.”Arab Saudi mencoba menyelesaikan masalah dengan uang, sementara Houthi menyelesaikannya dengan senjata.”

Keterlibatan Iran juga menjadi faktor kunci. Setelah gencatan senjata antara AS dan Iran runtuh pada Februari lalu, Houthi mulai mengubah kalkulus mereka, yang diduga akibat tekanan Teheran untuk lebih terlibat dalam konflik regional guna menekan kepentingan sekutu AS di kawasan.

Dampak Global dan Ancaman Trump

Dalam sepekan terakhir, Houthi meluncurkan rudal dan drone ke wilayah Arab Saudi serta kapal-kapal di Laut Merah, yang mulai mengganggu pasar energi global. Sebagai respons, koalisi pimpinan Saudi kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Houthi untuk pertama kalidalam beberapa tahun terakhir.

Presiden AS Donald Trump, yang pada awal masa jabatan keduanya menetapkan Houthi sebagai organisasi teroris asing, memberikan peringatan keras. Pada 23 Juli, setelah serangan Houthi terhadap dua tanker minyak Saudi, Trump mengancam akan memberikan hukuman militer besarjika serangan terus berlanjut.

Krisis Kemanusiaan: Di tengah perebutan kekuasaan ini, puluhan juta warga Yaman tetap terjebak dalam kemiskinan ekstrem. Beberapa warga di Sanaa menyatakan bahwa kembalinya peperangan mungkin lebih baik daripada penderitaan tanpa kepastian yang mereka alami saat ini.

Kini, masa depan Yaman sangat bergantung pada posisi pemerintahan Trump dan apakah Arab Saudi bersedia kembali terjebak dalam konflik yang sebelumnya telah menguras finansial dan merusak reputasi internasional kerajaan tersebut. (New York Times/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Gencatan Senjata Yaman Berakhir, Konflik Houthi-Arab Saudi kembali Memanas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us