1. News
  2. Opinion
  3. Lindsey Graham Meninggal Dunia, Israel Kehilangan Sekutu Terkuat di Washington

Lindsey Graham Meninggal Dunia, Israel Kehilangan Sekutu Terkuat di Washington

lindsey-graham-meninggal-dunia,-israel-kehilangan-sekutu-terkuat-di-washington
Lindsey Graham Meninggal Dunia, Israel Kehilangan Sekutu Terkuat di Washington
Lindsey Graham Meninggal Dunia, Israel Kehilangan Sekutu Terkuat di Washington
Lindsey Graham.(Al Jazeera)

WAFATNYASenator Lindsey Graham secara mendadak merampas salah satu sahabat paling langka bagi Israel di Washington, seorang pendukung setia sekaligus tokoh politik yang sangat berpengaruh. Kepergiannya terjadi di tengah meningkatnya faksi-faksi di dalam Partai Republik maupun Demokrat yang mulai berbalik arah melawan negara tersebut.

Senator asal South Carolina tersebut merupakan salah satu advokat Israel paling efektif di Washington. Ia meninggalkan warisan hubungan bilateral yang kini tengah merenggang, bahkan nyaris putus, di tengah kontroversi atas perang Israel di Jalur Gaza dan ketegangan dengan Iran.

“Ini bisa dikatakan sebagai pergantian penjaga,” ujar Jonathan Rynhold, ilmuwan politik di Universitas Bar-Ilan, Israel. “Sulit membayangkan ada orang lain di sisi Republik yang memiliki bobot politik sebesar dirinya.”

Penghubung Utama Netanyahu dan Trump

Graham, yang akan dihormati dalam upacara pemakaman di Katedral Nasional Washington pada Selasa (28/7) waktu setempat, menjabat sebagai saluran komunikasi utama antara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Donald Trump. Berdasarkan laporan Jurnal Wall StreetGraham membantu meyakinkan Trump untuk menyerang Iran pada Februari lalu, termasuk melatih Netanyahu tentang cara melobi presiden agar mengambil tindakan militer.

Netanyahu diperkirakan akan menghadiri pemakaman tersebut dan bertemu dengan Trump. Pertemuan ini dianggap sebagai kemenangan bagi sang perdana menteri setelah berminggu-minggu melobi untuk mendapatkan waktu tatap muka di Gedung Putih.

Senator yang berusia 71 tahun saat wafat ini ialah orang pertama yang akan dihubungi Netanyahu jika memiliki pertanyaan mengenai hubungan AS-Israel. Graham tercatatmelakukan setidaknya 10 perjalanan ke Israel dan kawasan sekitarnya sejak serangan 7 Oktober 2023.

Pergeseran Generasi dan Sentimen Publik

Kematian Graham terjadi saat dukungan terhadap Israel mulai memudar di kalangan Demokrat dan semakin meningkat di kalangan Republik pascaperang Gaza. Michael Oren, mantan duta besar Israel untuk AS, menyebut Graham sebagai bagian dari generasi legislator yang memudar alias mereka yang tumbuh dengan memori kolektif tentang Holocaust dan perjuangan awal Israel melawan tetangga Arabnya pada 1967 dan 1973.

“Lindsey adalah produk dari masanya,” kata Oren. Sebaliknya, generasi muda di AS saat ini lebih banyak dibentuk oleh peristiwa kehancuran di Gaza, kekerasan pemukim di Tepi Barat, dan pendalaman pendudukan wilayah.

Data Jajak Pendapat Terbaru:

  • Jajak pendapat Pew (April): 60% orang dewasa AS memandang Israel secara tidak menguntungkan, naik dari 42% pada 2022.
  • Jajak pendapat Gallup (Februari): Untuk pertama kali, lebih banyak warga Amerika yang bersimpati kepada Palestina dibandingkan Israel.
  • Dukungan Republik: Turun dari 77% menjadi 65% dalam periode 2022 hingga 2026.

Tantangan bagi Masa Depan Hubungan Bilateral

Penurunan dukungan itu juga merambah ke kelompok Kristen Evangelis muda. Data menunjukkan bahwa di antara warga evangelis kulit putih di bawah usia 50 tahun, kini 50% memandang Israel secara negatif. Hal ini menjadi kekhawatiran besar bagi kantor perdana menteri Israel yang selama bertahun-tahun membina hubungan erat dengan kelompok tersebut.

Di dalam Partai Demokrat, tokoh-tokoh seperti Rahm Emanuel mulai menyuarakan penghentian bantuan militer tanpa syarat dan sanksi terhadap perusahaan yang mendukung pembangunan pemukiman di Tepi Barat. Sementara itu, di sayap kanan, gerakan MAGA yang cenderung isolasionis mulai menunjukkan sikap anti-Israel melalui tokoh-tokoh seperti Tucker Carlson dan Candace Owens.

“Dia adalah gejala dari era hubungan yang berbeda,” kata Avishay Ben Sasson-Gordis, dosen senior hubungan internasional di Universitas Tel Aviv. “Lintasan yang kita lalui saat ini adalah menyusutnya pusat dukungan tanpa syarat bagi Israel di kedua partai.” (I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Lindsey Graham Meninggal Dunia, Israel Kehilangan Sekutu Terkuat di Washington
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us