1. News
  2. Berita
  3. Kekayaan Alam yang Terlupakan, Ribuan Tumbuhan Lokal Simpan Potensi Sebagai Pengganti Beras

Kekayaan Alam yang Terlupakan, Ribuan Tumbuhan Lokal Simpan Potensi Sebagai Pengganti Beras

kekayaan-alam-yang-terlupakan,-ribuan-tumbuhan-lokal-simpan-potensi-sebagai-pengganti-beras
Kekayaan Alam yang Terlupakan, Ribuan Tumbuhan Lokal Simpan Potensi Sebagai Pengganti Beras

12 Agustus 2026 15.00 WIB • 1 menit

Kekayaan Alam yang Terlupakan, Ribuan Tumbuhan Lokal Simpan Potensi Sebagai Pengganti Beras

images info

Foto oleh Alex Hudson di Unsplash


Indonesia menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang sangat melimpah di sektor pangan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mencatat terdapat sedikitnya 2.564 spesies tumbuhan bermanfaat yang berpotensi besar untuk dikembangkan sebagai sumber pangan masyarakat.

Di antara ribuan tanaman tersebut, terdapat 77 spesies yang secara khusus menjadi sumber karbohidrat alternatif di luar beras. Indonesia juga memiliki ratusan jenis umbi-umbian, kacang-kacangan, buah-buahan, hingga sayuran tradisional yang telah beradaptasi dengan kondisi lingkungan setempat selama ratusan tahun.

Namun, sebagian besar kekayaan plasma nutfah ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat luas. Ketergantungan pada satu jenis makanan pokok membuat sistem pasokan pangan rentan terhadap ancaman perubahan iklim dan gejolak harga pasar.

“Pengembangan pangan lokal sesungguhnya merupakan strategi ekologis, ekonomis, sekaligus sosial. Pangan lokal mampu memperkuat ekonomi masyarakat, melestarikan pengetahuan tradisional, mengurangi jejak karbon akibat distribusi pangan yang panjang, serta menjaga keberagaman genetik tanaman,” kata Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Ekologi BRIN Wawan Sujarwo.

Peluang Efisiensi Ekonomi dan Penguatan Pasar Lokal

Pengembangan komoditas pangan lokal memberikan dampak positif yang nyata bagi roda perekonomian masyarakat pedesaan. Pemanfaatan tanaman pangan yang tumbuh di sekitar pemukiman secara langsung memangkas biaya transportasi logistik yang panjang dan mahal.

Upaya diversifikasi ini berpeluang menekan ketergantungan industri pakan dan bahan pangan nasional pada komoditas impor. Pengolahan tanaman lokal menjadi produk olahan bernilai tambah akan membuka peluang usaha baru bagi pelaku UMKM di daerah.

Pemanfaatan pekarangan rumah dan lahan warga untuk penanaman sumber karbohidrat alternatif juga membantu menjaga stabilitas daya beli keluarga saat terjadi kenaikan harga komoditas utama di pasar global.

Namun, keberlanjutan produksi pangan nasional sangat bergantung pada kondisi kesehatan lingkungan. Kerusakan lahan pertanian akibat erosi dan penurunan kesuburan tanah mengancam volume hasil panen harian para petani.

Pendekatan pertanian berbasis ekologi seperti agroforestri dan pemanfaatan pupuk organik terbukti mampu menjaga kelembapan tanah serta menekan populasi hama secara alami.

Penguatan data etnobotani dan integrasi pengetahuan tradisional masyarakat menjadi pilar penting dalam merancang kebijakan pangan nasional.

“Kita perlu bergeser dari paradigma produksi maksimum menuju produktivitas yang berkelanjutan,” kata Wawan Sujarwo.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kekayaan Alam yang Terlupakan, Ribuan Tumbuhan Lokal Simpan Potensi Sebagai Pengganti Beras
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us