Jakarta (ANTARA) – Ganda putra Indonesia Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri bangkit dari tekanan untuk memastikan tempat di perempat final Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah menaklukkan pasangan Korea Selatan Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju di New Delhi, India, Kamis.
Unggulan kedua itu menang melalui pertarungan tiga gim 21-15, 14-21, 21-12 setelah sempat kehilangan kendali permainan pada gim kedua.
“Pada gim pertama dan kedua mereka selalu memulai dengan baik. Kami masih bisa membalikkan keadaan di gim pertama, tetapi tidak pada gim kedua. Karena itu, pada gim penentuan kami tidak ingin kembali tertinggal sejak awal dan langsung bermain lebih agresif,” kata Fajar dalam keterangan resmi PBSI.
Fajar/Fikri sempat kesulitan menyesuaikan permainan dengan kondisi lapangan, terutama ketika berada pada sisi yang kalah angin pada gim kedua.
Situasi tersebut dimanfaatkan Kang/Ki untuk mengambil kendali dan memaksakan pertandingan berlanjut ke gim ketiga.
Baca juga: Fajar/Fikri bertahan di peringkat dua dunia usai juarai China Open
Fikri mengatakan pasangan Korea tampil lebih rapi dan mampu memberikan tekanan lebih besar dibandingkan pertemuan sebelumnya.
“Mereka bermain lebih aman dan lebih rapi, sementara tekanannya juga lebih kuat. Kami justru kurang siap, terutama pada awal gim kedua. Adaptasi terhadap kondisi angin juga terlambat karena di lapangan tiga perbedaannya cukup terasa,” ujar Fikri.
Memasuki gim penentuan, Fajar/Fikri memperbaiki awal permainan dan langsung mengambil inisiatif serangan.
Perubahan tersebut membuat pasangan Indonesia mampu menjaga keunggulan hingga menutup gim ketiga 21-12 sekaligus mengamankan tiket delapan besar.
Meski lolos, Fajar menilai penampilannya masih belum maksimal dan perlu diperbaiki sebelum menjalani pertandingan berikutnya.
“Saya merasa permainan hari ini masih kurang baik meskipun kami menang. Semoga besok bisa tampil jauh lebih baik. Sekarang kami akan memaksimalkan pemulihan kondisi,” ujar Fajar.
Baca juga: Fajar/Fikri jadikan ekspektasi juara sebagai tambahan kepercayaan diri
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.