Jakarta (ANTARA) – Tekanan dalam permainan memupus peluang tunggal putri Indonesia Putri Kusuma Wardani mengulangi capaian medali Kejuaraan Dunia setelah tersingkir pada babak 16 besar edisi 2026 di New Delhi, India, Kamis.
Unggulan keenam itu harus mengakui ketangguhan wakil Denmark Line Christophersen dua gim langsung 18-21, 17-21.
“Saya sangat kecewa dengan penampilan hari ini karena bermain dalam tekanan, padahal sebenarnya tidak memikirkan hasil terlalu jauh,” kata Putri dalam keterangan resmi PBSI.
Putri kesulitan menemukan celah untuk mengembangkan serangan karena Line mampu menguasai permainan depan sekaligus terus mengambil inisiatif menyerang.
Baca juga: Alwi Farhan jaga asa tunggal putra Indonesia di Kejuaraan Dunia 2026
“Line benar-benar menguasai bola-bola depan dan terus mencari kesempatan menyerang yang memang menjadi kekuatannya. Saya juga terlalu banyak melakukan kesalahan sendiri dan sulit menemukan ruang kosong di lapangannya,” ujar Putri.
Hasil tersebut membuat Putri gagal mengulangi pencapaiannya pada Kejuaraan Dunia 2025 di Paris ketika membawa pulang medali perunggu.
Pada edisi tahun lalu, Putri melaju hingga semifinal sebelum langkahnya dihentikan Akane Yamaguchi asal Jepang melalui pertandingan tiga gim 17-21, 21-14, 6-21.
Kekalahan di New Delhi juga menjadi hasil berbeda bagi Putri dibandingkan pertemuan terakhirnya dengan Line.
Putri sebelumnya mengalahkan pemain Denmark tersebut 21-12, 21-15 pada perempat final Piala Uber 2026 di Horsens, Denmark, April.
Baca juga: Tempo turun buyarkan langkah Jonatan di Kejuaraan Dunia 2026
Baca juga: Amri/Nita tumbangkan juara All England untuk ke perempat final
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.