1. News
  2. Berita
  3. Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung yang Umum di Kalangan Masyarakat Melayu

Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung yang Umum di Kalangan Masyarakat Melayu

bubur-caca,-makanan-tradisional-khas-bangka-belitung-yang-umum-di-kalangan-masyarakat-melayu
Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung yang Umum di Kalangan Masyarakat Melayu

Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung yang Umum di Kalangan Masyarakat Melayu | Wikimedia Commons/Alpha


Bubur caca adalah salah satu makanan tradisional khas yang berasal dari daerah Bangka Belitung. Bagi Kawan yang berasal dari daerah Bangka Belitung atau pernah berkunjung ke sana, apakah sudah tahu dengan cita rasa kuliner tradisional ini sebelumnya?

Meskipun menjadi salah satu makanan tradisional khas Bangka Belitung, bubur caca juga bisa dijumpai di beberapa daerah lainnya. Tidak hanya di Indonesia, bahkan makanan tradisional ini juga berkembang di beberapa negara tetangga di kawasan Asia Tenggara.

Hal ini sebenarnya didasari dari perkembangan dari bubur caca itu sendiri. Sebab makanan tradisional ini menjadi salah satu kuliner yang umum dijumpai di tengah masyarakat Melayu.

Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut terkait makanan tradisional khas Bangka Belitung tersebut? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Mengenal Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung

Seperti yang sudah dijelaskan pada bagian sebelumnya, bubur caca merupakan salah satu kuliner khas yang berkembang di daerah Bangka Belitung. Kuliner yang satu ini juga dikenal dengan nama lain di beberapa daerah, seperti bubur cha-cha dan dubo jiajie.

Secara umum, bubur caca memiliki kemiripan dengan bubur mutiara dan kolak. Apalagi bahan dasar yang digunakan untuk membuat makanan tradisional tersebut juga tidak jauh berbeda.

Masyarakat Bangka Belitung biasanya menggunakan beberapa jenis ubi sebagai bahan dasar utama membuat bubur caca. Adapun jenis ubi yang digunakan untuk membuat makanan tradisional tersebut di antaranya ubi jalar, ubi singkong, dan lainnya.

Nantinya ubi tersebut akan dihaluskan dan dicampur dengan menggunakan tepung sagu. Setelah itu, semua campuran tersebut akan dimasak dengan menggunakan kuah santan lengkap dengan tambahan bahan lainnya.

Umumnya bubur caca dikonsumsi masyarakat sebagai pilihan menu sarapan. Namun bubur caca juga nikmat untuk dinikmati saat malam tiba, terutama dalam kondisi hangat.

Rasanya yang manis juga membuat bubur caca juga sering dihidangkan dalam momen tertentu. Misalnya, makanan kuliner ini sering disajikan saat ada acara kenduri atau menjadi pilihan menu berbuka puasa saat momen Ramadan tiba.

Bisa Dijumpai di Berbagai Daerah

Sebagai salah satu makanan yang umum dijumpai di tengah masyarakat Melayu, keberadaan bubur caca juga tersebut di beberapa daerah lain. Apalagi jika daerah tersebut didominasi masyarakat Melayu, maka besar peluang bagi Kawan untuk menemukan bubur caca di sana.

Tidak hanya di dalam negeri, bubur caca juga tersebar ke negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Misalnya, bubur caca bisa dijumpai di daerah Semenanjung Malaya, mulai dari Singapura, Malaysia, hingga Thailand.

Meskipun berkembang di banyak tempat, biasanya terdapat sedikit perbedaan dari bubur caca yang dihidangkan. Perbedaan ini biasanya berkaitan dengan campuran atau tambahan bahan dasar lain yang digunakan saat proses memasak bubur caca.

Di beberapa daerah, ada masyarakat yang juga menggunakan beberapa bahan tambahan untuk memperkaya cita rasa bubur caca. Contohnya, ada sajian bubur caca yang dihidangkan dengan isian ubi-ubian, pisang, hingga sagu mutiara di dalamnya.

Cara Membuat Bubur Caca

Jika Kawan tertarik untuk mencicipi bubur caca, bisa juga mencoba membuat kuliner tradisional yang satu ini. Dinukil dari Dwi Setiati yang berjudul Makanan Tradisional Masyarakat Bangka Belitung, terdapat beberapa bahan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu, seperti ubi jalar, ubi singkong, tepung sagu, santan, gula pasir, jahe, dan daun pandan.

Pada awalnya, ubi jalar dan ubi singkong bisa dibersihkan terlebih dahulu. Setelah itu, rebus ubi hingga matang dan haluskan bersama tepung sagu.

Nantinya bentuk adonan tersebut dalam bulatan kecil dan rebus kembali. Jika sudah terapung, angkat bulatan ubi tersebut dan diamkan.

Langkah selanjutnya adalah membuat kuah bubur caca. Bahan campurannya juga cukup sederhana, yakni santan, gula, jahe, dan daun pandan.

Untuk penyajiannya, masukkan beberapa bulatan ubi ke dalam wadah yang tersedia. Kemudian siram bulatan tersebut dengan kuah santan dan bisa dinikmati langsung saat itu juga.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Bubur Caca, Makanan Tradisional Khas Bangka Belitung yang Umum di Kalangan Masyarakat Melayu
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us