WartapalaIndonesia.com, SURAKARTA – Pagi itu, Jalan Slamet Riyadi tidak hanya dipenuhi warga yang menikmati Car Free Day (CFD). Di antara ramainya aktivitas warga, para pegiat pecinta alam Soloraya berdiri membawa kotak donasi dan mengajak masyarakat ikut membantu saudara mereka yang sedang menghadapi bencana. Minggu (6/9/2026).
Sebanyak 127 pegiat pecinta alam dari 26 organisasi pecinta alam (OPA) di Soloraya turun bersama dalam Aksi Kemanusiaan Pecinta Alam Soloraya untuk membantu masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Aksi penggalangan dana tersebut digelar di kawasan CFD Jalan Slamet Riyadi, Solo, mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Selain menggalang dana, peserta juga melakukan clean up sampah di sepanjang area CFD.
Peserta dibagi ke dalam tiga titik penggalangan dana. Titik pertama berada di ruas Purwosari–Stadion Sriwedari. Titik kedua Stadion Sriwedari–Perempatan Gatot Subroto.
Sedangkan titik ketiga di perempatan Gatot Subroto–Patung Tembak. Setiap titik memiliki dua koordinator untuk mengatur jalannya kegiatan.
Sebelum kegiatan dimulai, seluruh peserta mendapatkan briefing mengenai pembagian titik dan teknis pelaksanaan. Aksi tersebut dipersiapkan oleh tim inti bersama organisasi pecinta alam yang terlibat.
Koordinator aksi, Reyhan, mengapresiasi antusiasme peserta yang datang dari berbagai organisasi, baik Mapala maupun Sispala.
“Jujur aku kaget ternyata yang hadir sebanyak ini. Teman-teman semangat sekali, baik dari Mapala maupun Sispala. Tidak ada gap antara Mapala dan Sispala, semua turun bersama dengan enjoy, seru,” ujar Reyhan.
Menurut Reyhan, masyarakat yang sedang menikmati CFD juga memberikan respons positif. Sejumlah warga turut memberikan donasi setelah mengetahui aksi yang dilakukan para pecinta alam tersebut.
“Semoga gerakan kecil dari Solo ini bisa membantu teman-teman di NTT dan Kalimantan. Semoga solidaritas dan kekompakan teman-teman pecinta alam Soloraya selalu terjaga,” katanya.
Dari penggalangan dana tersebut terkumpul donasi sebesar Rp 5 153 766. Dana tersebut nantinya diperuntukkan bagi upaya membantu masyarakat terdampak gempa di NTT dan karhutla di Kalimantan.
Dipersiapkan Bersama
Persiapan aksi dilakukan tim inti melalui penyusunan konsep, koordinasi, dan publikasi. Persiapan teknis dilakukan dua hari sebelum pelaksanaan di Sekretariat Argawana AUB.
Sehari sebelum aksi, para koordinator titik mendapatkan briefing untuk memastikan pembagian peserta, teknis lapangan, dan alur kegiatan.
Setelah penggalangan dana selesai, seluruh peserta berkumpul di Polsek Banjarsari untuk menghitung hasil donasi, melakukan evaluasi, dan ramah tamah.
Aksi tersebut mempertemukan 26 organisasi pecinta alam dari berbagai latar belakang. Mapala dan Sispala turun bersama tanpa sekat organisasi untuk melakukan penggalangan dana sekaligus kegiatan sosial di tengah masyarakat.
Sebanyak 27 OPA yang terlibat yakni Palasara SMAN 1 Kartasura, Mapala Artiepaks STMIK Amikom Surakarta, Mapala Kombat Uniba Surakarta, MPA Oryza Sativa STIE Surakarta, Mapala Slagiwa UMPKU Surakarta, Sinampala STIKES Nasional Surakarta.
Berikutnya Metala FEB UMS, Makumpa Unisri Surakarta, Mapala Kaki Langit UNU Surakarta, MPA Kofarmha Polinus Surakarta, Mahacita IIM Surakarta, Wapala Mapoliska Poltekkes Surakarta, Wapala Paladesta Poltekkes Surakarta, Mapala Wanabuana UDB Surakarta, HMPA Nitrogen FP UTP.
Selanjutnya Mosart Mapala FISIP Unisri Surakarta, Palaphyska SMAN 7 Surakarta, PMPA Ajusta Brata FT UNS, Palasmaga SMAN 3 Surakarta, Arkapala UT Surakarta, Wimapala SMAN 2 Surakarta, Mapala Argawana UNDHA AUB Surakarta, Sapala SMAN 5 Surakarta, Atwapala STT Warga Surakarta, MPA Pastera TSU Surakarta, Maliapala Politama Surakarta dan Fepala Polman Ceper.
Aksi Kemanusiaan Pecinta Alam Soloraya diharapkan tidak berhenti pada penggalangan dana kali ini. Solidaritas antarpelaku pecinta alam di Soloraya diharapkan tetap terjaga dan bisa kembali bergerak ketika masyarakat membutuhkan.
Bagi masyarakat yang terdampak gempa NTT dan karhutla Kalimantan, bantuan yang terkumpul diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai kebutuhan di lapangan.
Sementara bagi pecinta alam Soloraya, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa kegiatan kepecintaalaman juga memiliki ruang untuk bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan. (aa).
Kontributor || Abdul Aziez WI 200059
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB
Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)