Jakarta (ANTARA) – Mobil listrik semakin mudah ditemui di jalanan Indonesia. Selain menawarkan pengalaman berkendara yang berbeda, kendaraan jenis ini juga sering disebut memiliki biaya perawatan yang lebih murah dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal.
Anggapan tersebut bukan tanpa alasan. Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) memiliki konstruksi penggerak yang lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran konvensional.
Menurut Departemen Energi Amerika Serikat (DOE), mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan lebih sedikit cairan yang perlu diganti sehingga kebutuhan perawatannya umumnya lebih rendah dibandingkan kendaraan konvensional.
Lantas, apakah memiliki mobil listrik otomatis membuat biaya servis menjadi lebih murah? Ini faktanya.
Baca juga: Deretan figur yang menikah tahun ini hingga mobil listrik Xiaomi
Baca juga: WhatsApp buka akses ke proxy hingga Honda rancang EV hidrogen di 2024
1. Tidak ada ganti oli mesin
Salah satu perbedaan paling terasa adalah mobil listrik tidak menggunakan oli mesin seperti mobil berbahan bakar bensin.
Pada mobil konvensional, oli mesin perlu diganti secara berkala untuk menjaga komponen mesin tetap bekerja dengan baik. Selain oli, terdapat pula sejumlah komponen dan cairan lain yang berkaitan dengan mesin pembakaran.
Sementara itu, mobil listrik menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama sehingga tidak membutuhkan perawatan mesin dengan pola yang sama seperti mobil bensin.
Artinya, pemilik mobil listrik bisa mengurangi salah satu jenis biaya servis berkala yang umum ditemukan pada kendaraan konvensional.
2. Komponen bergerak lebih sedikit
Mobil dengan mesin pembakaran memiliki banyak komponen mekanis yang bekerja secara bersamaan untuk menghasilkan tenaga.
Mobil listrik memiliki sistem penggerak yang lebih sederhana. Motor listrik bekerja dengan lebih sedikit komponen bergerak dibandingkan mesin pembakaran internal.
Lebih sedikit komponen bergerak berarti lebih sedikit bagian yang berpotensi mengalami keausan dan membutuhkan penggantian dalam perawatan rutin.
Namun, bukan berarti mobil listrik bebas dari kerusakan. Sistem suspensi, kemudi, ban, sistem pendingin, serta berbagai komponen elektronik tetap perlu diperiksa secara berkala.
3. Rem bisa lebih awet
Mobil listrik umumnya dilengkapi sistem regenerative braking. Ketika kendaraan melambat, motor listrik dapat membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik yang dikembalikan ke baterai.
Karena pengereman tidak selalu bergantung pada rem gesek konvensional, penggunaan kampas rem dapat berkurang.
DOE menyebut penggunaan pengereman regeneratif dapat mengurangi keausan sistem rem. Artinya, kampas rem pada mobil listrik berpotensi memiliki usia pakai lebih panjang dibandingkan kendaraan konvensional, meski kondisi sebenarnya tetap bergantung pada model mobil dan cara berkendara.
Baca juga: BYD kembangkan baterai untuk lokomotif kereta industri di China
4. Bukan berarti semua komponen lebih murah
Di sinilah pemilik mobil listrik perlu memahami perbedaannya.
Walaupun servis rutinnya cenderung lebih sederhana, beberapa komponen mobil listrik bisa memiliki biaya penggantian yang cukup besar apabila mengalami kerusakan.
Baterai traksi menjadi salah satu komponen paling penting. Komponen ini menyimpan energi untuk menggerakkan mobil dan harganya dapat menjadi signifikan apabila harus diganti di luar masa garansi.
Namun, baterai mobil listrik dirancang untuk digunakan dalam jangka panjang. DOE menyebut sejumlah produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil, meski ketentuan sebenarnya berbeda-beda pada setiap merek dan model.
Karena itu, calon pembeli sebaiknya tidak hanya melihat harga mobil, tetapi juga memeriksa ketentuan garansi baterai dan komponen kelistrikan yang diberikan produsen.
5. Tetap ada perawatan rutin
Mobil listrik bukan berarti kendaraan yang tidak perlu diservis.
Pemilik tetap perlu melakukan pemeriksaan terhadap ban, sistem suspensi, rem, wiper, pendingin kabin, serta berbagai komponen lain.
Baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi juga perlu diperiksa sesuai jadwal yang ditentukan produsen. Pemeriksaan tersebut penting untuk memastikan kendaraan tetap bekerja secara aman dan optimal.
Jadwal servis setiap mobil juga dapat berbeda. Karena itu, panduan pemilik kendaraan tetap menjadi acuan utama.
6. Ban tetap menjadi biaya yang perlu diperhatikan
Salah satu kesalahpahaman mengenai mobil listrik adalah anggapan bahwa karena tidak memiliki mesin, biaya perawatannya akan jauh lebih murah dalam semua aspek.
Padahal, ban tetap mengalami keausan seperti pada mobil konvensional.
Karakteristik tenaga motor listrik yang dapat menghasilkan torsi secara cepat, ditambah bobot kendaraan yang pada beberapa model cukup besar karena adanya baterai, dapat membuat kondisi ban perlu diperhatikan.
Karena itu, pemeriksaan tekanan ban, rotasi ban jika direkomendasikan, dan penggantian ketika sudah aus tetap menjadi bagian penting dari perawatan.
Baca juga: Lexus dikabarkan produksi mobil listrik dengan teknologi “gigacasting”
7. Bengkel dan teknisi juga menjadi faktor
Mobil listrik menggunakan sistem tegangan tinggi dan komponen elektronik yang berbeda dari mobil konvensional.
Artinya, perawatan atau perbaikan tertentu membutuhkan teknisi yang memahami sistem kendaraan listrik serta peralatan yang sesuai.
Hal ini dapat membuat biaya servis berbeda antara satu merek dengan merek lainnya. Mobil listrik yang memiliki jaringan bengkel resmi luas juga bisa memberikan kemudahan lebih bagi pemilik ketika membutuhkan pemeriksaan atau perbaikan.
Karena itu, sebelum membeli mobil listrik, ada baiknya calon pemilik mengecek lokasi bengkel resmi, jadwal servis, biaya perawatan berkala, serta ketersediaan suku cadang.
Jadi, apakah mobil listrik lebih murah dirawat?
Jawabannya, umumnya iya untuk perawatan rutin, tetapi tidak berarti seluruh biaya kepemilikannya selalu lebih murah.
Tidak adanya oli mesin, lebih sedikit komponen bergerak, serta penggunaan pengereman regeneratif membuat beberapa jenis perawatan menjadi lebih sederhana dan berpotensi mengurangi biaya servis.
Namun, komponen seperti baterai traksi, sistem elektronik, ban, dan komponen kelistrikan tetap membutuhkan perhatian. Jika terjadi kerusakan besar setelah masa garansi, biayanya juga dapat menjadi cukup signifikan.
Karena itu, membandingkan biaya perawatan mobil listrik dengan mobil bensin sebaiknya tidak hanya melihat harga servis satu kali.
Calon pemilik perlu mempertimbangkan jadwal servis, harga suku cadang, garansi baterai, jaringan bengkel, konsumsi energi, hingga pola penggunaan kendaraan sehari-hari.
Dengan kata lain, keunggulan mobil listrik dalam hal perawatan memang nyata, tetapi istilah “lebih murah” tetap perlu dilihat secara keseluruhan. Biaya rutin bisa lebih ringan, sementara beberapa komponen tertentu tetap membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Baca juga: Keunggulan mobil China yang dinilai menarik minat konsumen Indonesia
Baca juga: Cara kerja mobil hybrid: Kombinasi mesin bensin dan motor listrik
Baca juga: Neta hadirkan keunggulan teknologi baterai pada V-II
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026