1. News
  2. Otomotif
  3. Mobil Hybrid atau listrik, mana yang lebih cocok untuk harian?

Mobil Hybrid atau listrik, mana yang lebih cocok untuk harian?

mobil-hybrid-atau-listrik,-mana-yang-lebih-cocok-untuk-harian?
Mobil Hybrid atau listrik, mana yang lebih cocok untuk harian?

Jakarta (ANTARA) – Perkembangan kendaraan elektrifikasi membuat masyarakat memiliki lebih banyak pilihan saat membeli mobil baru. Selain mobil hybrid yang masih menggunakan mesin bensin, mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV) juga semakin mudah ditemukan di pasar Indonesia.

Pilihan tersebut tentu memiliki karakteristik berbeda, terutama dari sisi konsumsi energi, jarak tempuh, pengisian daya, hingga kebiasaan penggunaan sehari-hari.

1. Perbedaan cara kerja

Mobil hybrid menggunakan mesin pembakaran internal yang dipadukan dengan motor listrik dan baterai. Sistem tersebut memungkinkan kendaraan menggunakan mesin bensin, motor listrik, atau keduanya sesuai kondisi berkendara.

Sementara itu, mobil listrik murni atau BEV tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Tenaga kendaraan sepenuhnya berasal dari baterai yang menggerakkan motor listrik sehingga pengguna perlu mengisi daya baterai secara berkala.

Perbedaan sistem tersebut menjadi dasar dari berbagai karakteristik yang dirasakan pengguna dalam penggunaan sehari-hari.

Baca juga: Pemerintah masih membahas rencana insentif mobil listrik dan “hybrid”

2. Mobil Hybrid lebih fleksibel untuk perjalanan jauh

Salah satu keunggulan mobil hybrid adalah fleksibilitas ketika digunakan untuk perjalanan jarak jauh. Ketika energi pada baterai tidak mencukupi, mesin bensin tetap dapat digunakan sehingga pengemudi dapat melanjutkan perjalanan dengan mengisi bahan bakar di SPBU.

Kondisi ini membuat hybrid lebih praktis bagi masyarakat yang sering bepergian ke daerah yang belum memiliki banyak fasilitas pengisian kendaraan listrik.

Mobil hybrid juga tidak sepenuhnya bergantung pada SPKLU. Pengemudi tetap dapat mengandalkan jaringan SPBU yang sudah lebih luas di berbagai daerah.

3. Mobil listrik Lebih Praktis untuk penggunaan harian tertentu

Mobil listrik memiliki keunggulan berupa sistem penggerak yang lebih sederhana karena tidak menggunakan mesin pembakaran internal. Pengguna juga tidak perlu melakukan pengisian bahan bakar seperti pada mobil konvensional atau hybrid.

Untuk masyarakat yang sebagian besar aktivitasnya dilakukan di perkotaan dan memiliki akses pengisian daya di rumah, mobil listrik dapat menjadi pilihan yang praktis.

Perkembangan infrastrukturnya juga terus meningkat. PLN mencatat telah menyiapkan 4.769 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU di 3.097 lokasi di Indonesia pada Maret 2026. Jarak rata-rata antar-SPKLU yang disiapkan PLN sekitar 22 kilometer.

4. Waktu pengisian menjadi pertimbangan

Perbedaan lain terdapat pada waktu yang dibutuhkan untuk mengisi energi. Mobil hybrid dapat kembali digunakan setelah mengisi bahan bakar dalam waktu relatif singkat.

Pada mobil listrik, waktu pengisian bergantung pada kapasitas baterai, daya charger, dan jenis fasilitas yang digunakan. Pengisian di rumah umumnya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan fasilitas pengisian cepat.

Meski demikian, pengguna mobil listrik dapat mengisi daya ketika kendaraan sedang tidak digunakan, misalnya pada malam hari di rumah.

PLN juga terus menambah fasilitas pengisian cepat. SPKLU Center yang dikembangkan PLN memiliki fasilitas Ultra Fast Charging yang memungkinkan pengisian daya dilakukan lebih cepat dibandingkan pengisian biasa.

Baca juga: Pengemudi EV & PHEV di Inggris akan dikenai pajak sesuai jarak tempuh

5. Bagaimana dengan biaya operasional?

Mobil listrik memiliki potensi biaya energi yang lebih rendah karena menggunakan listrik sebagai sumber tenaga. Besarnya penghematan tetap bergantung pada konsumsi kendaraan, tarif listrik, pola berkendara, serta harga bahan bakar yang dibandingkan.

Sementara itu, mobil hybrid tetap membutuhkan bahan bakar, tetapi penggunaan motor listrik dapat membantu meningkatkan efisiensi, terutama dalam kondisi berkendara tertentu seperti lalu lintas perkotaan.

Karena itu, perbandingan biaya operasional sebaiknya tidak hanya melihat harga pembelian kendaraan, tetapi juga memperhitungkan biaya energi, perawatan, pajak, asuransi, dan kebutuhan penggunaan selama beberapa tahun.

6. Pasar mobil listrik dan Hybrid sama-sama tumbuh

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan bahwa kendaraan elektrifikasi semakin mendapat tempat di pasar otomotif nasional.

Sepanjang 2025, penjualan kendaraan elektrifikasi yang terdiri atas hybrid, plug-in hybrid, dan BEV mencapai 175.144 unit. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan 103.228 unit pada 2024.

Secara khusus, penjualan hybrid meningkat dari 59.903 unit pada 2024 menjadi 65.943 unit pada 2025. Sementara penjualan BEV meningkat dari 43.188 unit menjadi 103.931 unit pada periode yang sama.

Tren tersebut berlanjut pada 2026. Data GAIKINDO yang dikutip Bisnis menunjukkan penjualan hybrid mencapai sekitar 50.373 unit sepanjang Januari hingga Juli 2026. Pada periode yang sama, penjualan BEV juga terus berkembang.

7. Mana yang lebih cocok untuk dipakai sehari-hari?

Pilihan antara mobil hybrid dan mobil listrik sebenarnya bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna.

Mobil hybrid lebih cocok bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan antarkota, kerap bepergian ke daerah dengan fasilitas pengisian listrik terbatas, atau menginginkan kendaraan elektrifikasi tanpa harus terlalu memikirkan lokasi pengisian daya.

Mobil listrik lebih cocok bagi pengguna yang mayoritas berkendara di dalam kota, memiliki akses pengisian daya di rumah atau tempat kerja, serta ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak.

Sementara bagi masyarakat yang sering melakukan perjalanan jauh tetapi tetap ingin memperoleh efisiensi dari teknologi elektrifikasi, hybrid dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel.

Pada akhirnya, tidak ada satu jenis yang mutlak lebih baik untuk semua orang. Pilihan paling sesuai perlu mempertimbangkan jarak tempuh harian, ketersediaan tempat pengisian daya, frekuensi perjalanan luar kota, anggaran, serta fasilitas yang tersedia di sekitar tempat tinggal.

Baca juga: Daftar mobil hybrid yang mejeng di GIIAS 2026 dan harganya

Baca juga: GWM konfirmasi pengembangan hybrid diesel dan plug-in hybrid

Baca juga: Hampir disalip BYD, Toyota buat target baru di Australia

Pewarta:
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mobil Hybrid atau listrik, mana yang lebih cocok untuk harian?
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us