1. News
  2. Berita
  3. Masa Depan Mile

Masa Depan Mile

masa-depan-mile
Masa Depan Mile

Sore itu menjelang matahari terbenam, Mile si kepiting berjalan di tepi pantai. Mile lalu menghampiri Ori si penyu sahabatnya yang tengah berkumpul bersama penyu-penyu lain di tepi pantai.

“Ori, mengapa hari ini teman-teman penyu berkumpul di tepi pantai?” tanya Mile kepada Ori.

“Saat ini sedang musim bertelur untuk penyu,” sahut Ori.

“Lalu, mengapa mereka harus berkerumun di pinggir pantai?” tanya Mile kepada Ori.

Ori tersenyum. “Saat musim bertelur, biasanya induk penyu membawa telur-telurnya ke tepi pantai. Penyu-penyu itu biasanya akan mengubur telurnya di dalam pasir di pantai hingga mereka menetas dan menjadi penyupenyu kecil,” Ori memberi penjelasan kepada Mile.

“Setelah menjadi penyu-penyu kecil, mereka baru dapat berenang ke dalam laut,” Ori melanjutkan penjelasannya kepada Mile.

“Lalu, bagaimana dengan kepiting?” giliran Ori bertanya kepada Mile tentang cara kepiting kecil menetas dari telurnya.

“Telur kepiting justru ada di dalam air hingga menetas,” jawab Mile.

Dari kejauhan tampak Babas dan Kiara, sepasang sahabat yang membentuk kelompok Bara. Sore itu, mereka membersihkan sisa-sisa sampah di pantai Bali.

“Ori, hari ini aku merasa senang karena sampah yang terserak di pantai semakin berkurang,” ucap Mile.

“Benar, Mile, apa yang dilakukan sepasang anak kecil itu sangat berguna bagi kita,” sahut Ori dengan mata berbinar.

“Jika laut dipenuhi sampah dan kotoran, banyak telur kepiting akan mati dan kami akan sulit berkembang biak,” kata Mile.

“Aku setuju, Mile. Bagi penyu, jika sampah dibiarkan mengotori pantai di Bali, kami para penyu akan kesulitan menyimpan telur-telur kami. Masa depan kami pun terancam,” ujar Ori.

Sementara itu, tanpa sengaja, Ori dan Mile menyenggol kaki kecil Babas dan Kiara yang tengah menikmati matahari tenggelam di Pulau Bali, setelah seharian memungut sampah di pantai.

Babas dan Kiara segera mengarahkan Mile dan Ori untuk kembali ke pantai.

“Babas, apakah kamu pernah mendengar istilah Tri Hita Karana di Bali?” tanya Kiara sembari duduk di atas pasir putih yang lembut.

“Tri Hita Karana adalah pedoman hidup masyarakat lokal di Bali. Artinya, tiga hal yang akan membawa kebahagiaan,” jawab Babas.

“Apa saja tiga hal yang membawa kebahagiaan dalam Tri Hita Karana?” Kiara masih penasaran.

“Tiga hal itu, Parahyangan, yakni hubungan manusia dengan Tuhan Sang Pencipta. Kemudian, Pawongan, yaitu hubungan harmonis sesama manusia. Lalu, Palemahan, yaitu hubungan antara manusia dan lingkungan di sekitarnya,” Babas memberi penjelasan kepada Kiara.

“Apa yang kita lakukan dengan membersihkan pantai seperti ini juga merupakan bagian dari Tri Hita Karana, yaitu Palemahan,” Babas melanjutkan penjelasannya.

“Benar, Bas, dengan berkurangnya sampah di pantai Bali maka hewan seperti kepiting, penyu, atau hewan lainnya akan nyaman tinggal dan berkembang biak di pantai ini,” ucap Kiara.

“Kamu benar, Kiara. Binatang seperti penyu menyimpan telurnya di dalam pasir, sekaligus membuat tanda alami agar induk mereka ingat di mana telur-telurnya disimpan,” jelas Babas dengan semangat.

“Babas, aku senang bisa membersihkan pantai hari ini,” ujar Kiara. “Aku juga senang, Kiara. Semoga kepiting dan penyu yang bertemu kita tadi, saat ini telah menikmati laut yang lebih baik,” kata Babas penuh harap.*

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Masa Depan Mile
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us