Kuala Lumpur (ANTARA) – Gerakan 100 Celebrities Talk For Para Athletes (CTFP) memperluas dukungannya bagi atlet paralimpik dunia, dengan memberikan kartu 100 CTFP bagi atlet paralimpik Malaysia, di Kuala Lumpur, Sabtu.
Penggagas gerakan 100 CTFP sekaligus pendiri Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) Natalia Tjahja mengatakan 100 CTFP merupakan gerakan yang ditujukan untuk memberikan dukungan moral bagi atlet paralimpik di seluruh dunia.
Melalui gerakan ini Natalia membagikan kartu yang berisi pesan khusus dari selebriti dan tokoh dunia bagi para atlet paralimpik.
Atlet paralimpik nantinya mendapatkan sebuah kartu dari salah satu selebriti atau tokoh dunia tertentu. Para atlet dapat menyimpan kartu tersebut dan dapat bertemu dengan selebriti atau tokoh dunia yang tertera dalam kartu.
“Ketika para atlet paralimpik bertanding di negara tempat selebriti atau tokoh dunia itu tinggal, mereka bisa melakukan pertemuan. Saya bisa mengatur pertemuannya secara langsung atau via Zoom,” kata Natalia dalam acara penyerahan kartu 100 CTFP di Kompleks Paralimpik, Majlis Sukan Negara, Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu.
Natalia mencontohkan beberapa tokoh dan selebriti yang telah bergabung dan memberikan pesannya di kartu 100 CTFP antara lain President International Paralympic Committee (IPC) Andrew Parsons, President Asian Paralympic Committee Majid Rashed, musisi Duo Anggrek, Women Influence 100 CTFP Asia 2026 Jenny O, Multi-Property General Manager Renaissance Kuala Lumpur Hotel & Convention Centre Martin Ehlers, Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari, boyband asal Korea, aktris dan aktor ternama dari Indonesia dan mancanegara, termasuk Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar.
“Ada nama selebriti misalnya Duo Anggrek. Mereka memberikan pesan dalam kartu. Atlet bisa membaca pesannya dan ketika ke Indonesia bisa bertemu Duo Anggrek,” kata Natalia.
Baca juga: Ketua KOI Oktohari ajak atlet disabilitas terus menginspirasi bangsa
Direktur Utama LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar dalam pesan video yang ditayangkan di acara penyerahan kartu 100 CTFP menyampaiikan bahwa, satu hal yang bisa dipelajari dari atlet paralimpik adalah mereka merupakan orang-orang yang ingin memberikan kemampuan terbaiknya untuk bangsa, negara, dan dunia.
“Mereka lah pahlawan sejati,” kata Benny.
Pada kesempatan itu, kartu 100 CTFP dibagikan secara acak kepada para atlet paralimpik Malaysia. Seorang atlet para powerlifting Malaysia Nicodemus mendapatkan kartu berisi pesan dari Dirut LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar.
Nicodemus mengaku senang mendapatkan kartu berisi pesan dari Dirut ANTARA.
“Pesannya memberikan semangat. Saya berterima kasih kepada Pak Benny,” ujar Nicodemus.

Sementara itu atlet para boccia Malaysia Angeline mendapatkan kartu berisi pesan dari aktris Indonesia Acha Septriasa.
Angeline tampak bahagia dan ingin sekali bertemu dengan Acha.
“Saya sangat kagum sekali. Mungkin nanti bisa ketemu dia ya. Ingin sekali bertemu Acha kalau nanti saya ke Jakarta,” harap Angeline.
Penggagas gerakan 100 CTFP Natalia Tjahja menambahkan program 100 CTFP pertama kali diluncurkan pada 11 Juli 2025 di Ital Auto Ferrari, Singapura.
Baca juga: Pegiat para-atlet Indonesia terima apresiasi dari Presiden IPC
100 CTFP juga telah mendapatkan dukungan resmi melalui kerja sama dengan Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC) Andrew Parsons yang memimpin 185 Komite Paralimpiade Nasional, 211 organisasi, dan lima organisasi regional di seluruh dunia.
Program ini diluncurkan dengan tiga pesan dari Presiden Andrew Parsons. Saat ini, lebih dari 660 tokoh dunia telah bergabung dengan 100 CTFP.
Dalam kesempatan itu Natalia turut mendoakan atlet paralimpik Malaysia terus sukses di kejuaraan mendatang terutama di Asian Paragames Aichi Nagoya.

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.