Nagoya, Jepang (ANTARA) – Komite Olimpiade Indonesia (KOI) berkomitmen mengajak Bhutan sebagai negara undangan, dalam ajang olahraga SEA Plus Youth Games 2029.
Ketua KOI Raja Sapta Oktohari mengatakan bahwa Indonesia punya kedekatan khusus dengan Bhutan di bidang olahraga. Sehingga pihaknya menginginkan Bhutan turut serta pada ajang olahraga multicabang terbaru di Asia Tenggara tersebut.
“Bhutan merupakan salah negara sahabat yang dekat dengan kita di bidang olahraga. Di setiap event kami sering saling support, apalagi ada inisiatif untuk SEA Plus,” tutur Okto saat dijumpai di Nagoya, Jepang, Sabtu.
SEA Plus Youth Games, merupakan ajang kompetisi olahraga bagi remaja di kawasan Asia Tenggara dan sekitarnya, yang bertujuan mengembangkan potensi atlet menuju Olimpiade.
Baca juga: KOI sebut SEA Plus tumbuhkan persaingan olahraga lebih kompetitif
Kendati ide SEA Plus dimunculkan NOC Indonesia, namun edisi perdana pelaksanaannya akan digelar di Manila, Filipina pada 2027.
Oleh sebab itu, keikutsertaan Bhutan dalam peta persaingan olahraga multicabang di Asia Tenggara baru bisa terwujud pada 2029 saat Indonesia mencalonkan diri menjadi tuan rumah.
“Kami akan coba komunikasi dengan pemerintah, apabila disetujui 2029 kita bisa menjadi tuan rumah untuk SEA Plus,” kata Okto.
Kedekatan Komite Olimpiade kedua negara juga terlihat dalam acara peresmian Rumah Indonesia di kawasan Sakaemachi, Nagoya, Jepang, pada Sabtu.
Ketua Komite Olimpiade Bhutan (BOC) Pangeran Jigyel Ugyen Wangchuck, turut menghadiri kegiatan tersebut dan bahkan mendapat kehormatan untuk menerima potongan tumpeng dari CdM Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu.
Dalam pertemuan tersebut, KOI dan BOC turut membicarakan sejumlah peluang kerja sama yang bertujuan memajukan sektor olahraga di kedua negara.
Baca juga: Rumah Indonesia diresmikan, dukung kelancaran atlet dalam Asian Games
Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.