Di pagi hari, tepatnya pada 3—4 Oktober 2026, Bilik Bercerita dan PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta, Cikini diramaikan oleh acara Pesta Klub Dongeng (PKD). Kegiatan tahunan ini memang selalu mengusung tema pada fenomena sosial yang sedang ramai.
Maka dari itu, untuk tahun 2026, merayakan ulang tahun ke-8-nya, Klub Dongeng dengan mengusung tema “Sejagat Wana Adri”.
Nama ini dirangkai dari kata “jagat” yang berarti dunia, “wana” dari bahasa Sansekerta yang bermakna hutan, dan “adri” yang merujuk pada gunung.
Hal tersebut berkaitan dengan krisis ekologi yang sedang terjadi, seperti peningkatan suhu bumi hingga deforestasi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi itu bisa mengancam kestabilan iklim, terganggunya penyerapan air secara alami, dan keberlangsungan hidup lainnya.
Selain itu, ancaman terhadap ekosistem gunung di Indonesia juga semakin mengkhawatirkan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) periode 2024–2025 mencatat bahwa bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor dan banjir bandang di Indonesia mendominasi. Akibatnya, erosi dan hilangnya vegetasi di kawasan lereng bisa menjadi pemicu utama kerusakan struktur resapan air.
Dengan demikian, Sejagat Wana Adri lahir dari prihatin terhadap kondisi sosial, khususnya isu lingkungan dan hutan di seluruh dunia.
Media dongeng dipilih sebagai sarana edukatif preventif untuk menanamkan kesadaran ekologis sejak dini. Harapannya, anak-anak tidak hanya terhindar dari perilaku merusak lingkungan, tetapi juga terdorong untuk aktif menjaga kelestarian hutan serta gunung di sekitar mereka.
Agenda ini diawali dengan nonton bareng film “Teman Tegar: Maira – Whisper from Papua” pada Sabtu, 5 September 2026, CGV Poins Mall, Lebak Bulus. Film ini mengisahkan perjalanan Tegar di tanah Papua bersama sahabatnya melawan ancaman kerusakan hutan dan menyuarakan pelestarian lingkungan.
Selanjutnya, ada Kelas Dongeng Junior bersama Kak Kanya Cittasara pada Sabtu, 19 September 2026, pukul 10.00–12.00 WIB di Communal Brew, Omotesando Mall Bintaro.
Adapun puncak acara Pesta Klub Dongeng 2026 berlangsung selama dua hari di Perpustakaan Jakarta, Cikini (3—4 Oktober 2026) dengan melibatkan keluarga dan anak-anak untuk berperan langsung. Di sini, mereka diajak mengeksplor “Jelajah Cerita” dan “Meramu Jamu” di ruang Bilik Bercerita, yang dibawakan oleh Bima, Bimo, dan Adzkia dari Klub Dongeng Junior. Selain itu, dongeng dari Catara (Cerita Anak Nusantara) juga dibacakan.
Menariknya, sebelum pulang, mereka diajak untuk meracik jamu bersama dan mengenal rempah agar tahu tentang kekayaan tanaman dan bahan alam.
Pada hari kedua, giliran Panggung Dongeng Sejagat Wana Adri yang digelar dalam dua sesi, pagi dan siang, di ruang Aula PDS HB Jassin, Perpustakaan Jakarta.
Sesi pagi dipandu oleh Kak Lidya F dan Fatih sebagai MC, dibuka dengan sambutan dari Ketua Pelaksana PKD 2026 yaitu Novita Ayusman (Kak Vee), serta Co-founder Klub Dongeng oleh Putri Khalidah (Kak Uci Kelinci).
“Dengan menjaga lingkungan, hutan dan gunung, maka kita juga turut melestarikan kebaikan di dalamnya. Kelak kebaikan itu akan bertumbuh dan bermanfaat untuk kehidupan generasi berikutnya,” sebut Kak Vee.
Rangkaian dongeng sesi pagi diisi oleh Kak Luthfi, kelompok KDJ (Hana, Mahira, dan Qiana), Dora-Dongeng Sonora, bintang tamu Cerita Ibun bersama Kak Kanya Cittasara, komunitas Kurcaci Dongeng (Azka dan Hana), edukasi interaktif oleh Annisa Tri Oktaviani (Kak Ica) dan Nazma, komunitas Tangerang Read Aloud (TRA) bersama Kak Echa, hingga penampilan spesial dari Caiyoo.
Sesi siang dipandu oleh Kak Dinda dan Nashifa, menghadirkan guest star Cerita Zack Kanya (CZK), kelompok KDJ (Fahira dan Kinara), Kak Vee, komunitas Ayo Dongeng Indonesia bersama Kak Rini, kelompok KDJ (Dhilla dan Mona), serta guest star Kak Hendra.
“Di era modern ini, kemudahan teknologi memang kita rasakan, namun di sisi lain dampak kerusakan lingkungan juga semakin nyata. Oleh karena itu, menjaga hutan, gunung, dan seluruh ekosistem adalah bentuk rasa terima kasih kita kepada alam serta tanggung jawab kita kepada Tuhan.” tutur Kak Uci Kelinci saat sambutan.
Sebagai informasi Kawan, acara puncak PKD diadakan secara hybrid, sehingga dapat dinikmati dalam live streaming melalui YouTube dan Instagram untuk audiens di seluruh Indonesia.
Sesuai misinya, “Dari Cerita, Sebar Bahagia”, Klub Dongeng berkomitmen menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas dan imajinasi melalui cerita.
Dongeng menjadi bukti bahwa cerita bukan sekadar hiburan, tetapi juga media yang efektif untuk menanamkan nilai kehidupan.