Jakarta (ANTARA) – Indonesian Basketball League (IBL) mulai menyiapkan panggung untuk musim 2027. Kompetisi basket profesional tertinggi di Indonesia itu dijadwalkan bergulir mulai 9 Januari 2027, dengan sejumlah perubahan regulasi yang berpotensi memengaruhi persaingan antarklub.
Salah satu perubahan paling menarik adalah pengurangan kuota pemain asing. Jika pada musim 2026 setiap klub dapat mengontrak tiga pemain asing, IBL 2027 akan membatasi jumlahnya menjadi hanya dua pemain. Keduanya juga dapat dimainkan secara bersamaan di lapangan.
Selain perubahan tersebut, liga akan mempertahankan format kandang-tandang atau home and away. Sementara itu, mundurnya Tangerang Hawks Basketball menjadi kabar penting lain dalam persiapan menuju musim baru.
Dengan regulasi baru dan pergerakan pemain yang mulai terjadi, seperti apa gambaran IBL 2027 sejauh ini?
Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah menjelaskan bahwa kebijakan dua pemain asing merupakan hasil evaluasi kompetisi musim 2026. Keputusan tersebut dibahas bersama para pemilik klub dan Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi) sebagai bagian dari persiapan musim berikutnya.
Pada musim 2026, klub dapat mengontrak tiga pemain asing, tetapi regulasi yang berlaku sebelumnya membatasi jumlah pemain asing yang dapat berada di lapangan secara bersamaan menjadi dua orang.
Mulai musim 2027, jumlah pemain asing yang dapat dikontrak maupun dimainkan secara bersamaan dipangkas menjadi dua orang.
Kebijakan ini diharapkan memberikan kesempatan lebih besar kepada pemain lokal untuk mendapatkan menit bermain. Dengan persaingan yang lebih terbuka, pemain Indonesia diharapkan bisa mengambil peran lebih penting di klub masing-masing.
Baca juga: Satria Muda berpisah dengan Widyanta Putra Teja
Dampaknya juga ditujukan untuk kebutuhan tim nasional. Pemain yang terbiasa menghadapi persaingan di level profesional membutuhkan menit bermain yang cukup agar bisa berkembang dan lebih siap ketika membela Indonesia di kompetisi internasional.
Meski begitu, pengurangan pemain asing belum tentu otomatis membuat kualitas pemain lokal meningkat. Klub tetap perlu menyiapkan program pengembangan, memberi kepercayaan kepada pemain muda, dan memastikan mereka mendapat peran yang sesuai di lapangan.
IBL bersama klub masih membahas aturan teknis lanjutan, termasuk mekanisme pergantian pemain asing selama musim berjalan. Karena itu, detail penerapan regulasi tersebut masih perlu menunggu pengumuman berikutnya.
Format kandang-tandang tetap dipertahankan
Perubahan kuota pemain asing bukan satu-satunya hasil pembahasan menuju IBL 2027. Liga juga sepakat mempertahankan format kandang-tandang yang memberikan kesempatan kepada klub untuk bertanding di kota masing-masing.
Format ini memungkinkan klub membangun hubungan lebih dekat dengan pendukung lokal. Suporter tidak harus selalu menunggu tim kesayangannya bermain di kota lain atau mengikuti pertandingan yang terpusat di satu lokasi.
Perwakilan Rajawali Medan, Erwin, menilai format kandang-tandang memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan basis penggemar klubnya. Ia melihat antusiasme penonton yang datang langsung ke arena meningkat selama musim 2026.
Pandangan serupa disampaikan perwakilan Bogor Hornbills, Leo Gautama. Menurutnya, sistem kandang-tandang merupakan kemajuan yang membuka peluang lebih besar bagi perkembangan basket di berbagai daerah.
IBL sebelumnya juga menyebut jumlah penonton meningkat hingga 400 persen setelah kompetisi menggunakan format kandang-tandang dibandingkan dengan sistem seri. Angka tersebut menjadi salah satu alasan format ini dinilai masih relevan untuk pengembangan liga.
Meski demikian, mempertahankan format tersebut juga menuntut kesiapan klub dari sisi operasional. Perjalanan antarkota, penyewaan arena, promosi pertandingan, dan pengelolaan penonton tetap menjadi pekerjaan yang harus diperhitungkan.
Baca juga: Hans Abraham berpisah dengan Bogor Hornbills
Bogor Hornbills bikin kejutan pada IBL 2026
Jika melihat hasil musim sebelumnya, IBL 2026 memberikan cerita yang sulit diprediksi. Bogor Hornbills keluar sebagai juara setelah menaklukkan Pelita Jaya Basketball Jakarta dengan skor 3-2 dalam seri final berformat best of five.
Gelar tersebut menjadi trofi IBL pertama bagi Hornbills sejak bergabung dengan liga pada 2022. Pencapaian mereka terasa semakin spesial karena pada musim sebelumnya Hornbills gagal menembus babak playoff.
Hornbills menuntaskan final melalui pertandingan kelima yang berlangsung ketat. Mereka menang 64-61 atas Pelita Jaya pada 28 Juni 2026, sekaligus membuktikan bahwa tim yang tidak diunggulkan tetap punya peluang menjadi juara jika mampu menemukan komposisi dan momentum yang tepat.
Travin Thibodeaux menjadi salah satu tokoh utama keberhasilan Hornbills. Ia meraih penghargaan League MVP dan Final MVP pada musim 2026. Di pertandingan penentuan final, Thibodeaux mencatatkan 22 poin, 11 rebound, dan sembilan assist.
Di sisi lain, Pelita Jaya kembali menunjukkan konsistensi dengan mencapai final, tetapi harus menerima kekalahan setelah sempat unggul 2-1 dalam seri tersebut.
Persaingan musim 2026 juga memperlihatkan bahwa dominasi satu klub belum benar-benar terbentuk. Dalam lima musim terakhir, IBL menghadirkan lima juara berbeda. Situasi ini membuat persaingan menuju musim 2027 menarik, terutama dengan perubahan kuota pemain asing yang bisa memengaruhi strategi perekrutan dan susunan pemain.
Baca juga: Pemain Dewa United Hakim Malano berlatih intensif di Jerman
Tangerang Hawks mundur, komposisi peserta berubah
Persiapan IBL 2027 juga berlangsung di tengah perubahan komposisi klub. Tangerang Hawks Basketball memutuskan tidak melanjutkan partisipasi dalam kompetisi basket profesional sejak 31 Agustus 2026.
Pemilik klub, Ahmed Zaki Iskandar, menyebut situasi ekonomi menjadi salah satu tantangan bagi industri olahraga. Setelah melakukan evaluasi, manajemen memutuskan untuk memusatkan sumber daya pada pembinaan pemain usia dini dan program akademi Hawks, sekaligus menentukan prioritas organisasi di bidang olahraga lainnya.
Keputusan tersebut membuat Tangerang Hawks tidak ikut dalam pengundian grup IBL All-Indonesian 2026 yang diumumkan pada 9 Oktober. Turnamen itu dijadwalkan berlangsung pada 24 Oktober hingga 1 November 2026 di GOR Laga Tangkas, Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dengan mundurnya Hawks, sebanyak 10 klub tersisa mengikuti pengundian All-Indonesian 2026. Mereka adalah Pacific Caesar Surabaya, Rajawali Medan, RANS Simba Bogor, Satria Muda Pertamina Bandung, Bogor Hornbills, Satya Wacana Salatiga, Hangtuah Jakarta, Kesatria Bengawan Solo, Dewa United Banten, dan Pelita Jaya.
Perlu dicatat, daftar tersebut merupakan peserta All-Indonesian 2026. Komposisi dan ketentuan peserta IBL 2027 tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi liga menjelang musim baru.
Baca juga: DPP Perbasi dukung aturan dua pemain asing untuk IBL 2027
Pergerakan klub mulai terlihat
Sejumlah klub juga mulai melakukan evaluasi skuad untuk menghadapi kompetisi berikutnya. Hangtuah Jakarta, misalnya, melepas tiga pemain, yakni Mohammed Aofar Hedyan, Luis Jovan Anugerah Golung, dan Melkisedek Basik Basik.
Keputusan melepas Aofar cukup menarik karena ia merupakan pemain binaan Hangtuah yang berkembang sejak menjadi rookie pada 2024. Pada musim 2026, ia mencatat rata-rata 3,6 poin, 1,4 rebound, 2,2 assist, dan 1,1 steal dalam 20 pertandingan.
Sementara itu, Rajawali Medan menyatakan siap mengikuti regulasi baru mengenai dua pemain asing. Klub tersebut berharap perubahan aturan dapat membuka ruang lebih besar bagi pemain lokal untuk berkembang.
Bogor Hornbills juga punya modal tersendiri menuju musim berikutnya setelah meraih gelar juara. Namun, mempertahankan performa setelah menjadi kampiun tidak akan mudah. Mereka perlu membangun kembali komposisi tim dan membuktikan bahwa keberhasilan 2026 bukan sekadar kejutan satu musim.
IBL All-Indonesian 2026 dapat menjadi salah satu kesempatan untuk melihat perkembangan pemain lokal serta pergerakan skuad menjelang musim reguler berikutnya. Turnamen ini memang berbeda dari liga utama karena berfokus pada pemain Indonesia, tetapi tetap relevan sebagai bagian dari persiapan klub.
Baca juga: Maskoliunas tertarik latih Dewa United gara-gara mentornya
Baca juga: Fictor Roring nilai jumlah laga IBL All Indonesian harus lebih banyak
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.