Jakarta (ANTARA) – Ganda putri Indonesia Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine mengakui kehilangan momentum pada gim penentuan, saat tersingkir dari Korea Open 2026 setelah dikalahkan pasangan Jepang Rui Hirokami/Sayaka Hobara.
Isyana/Rinjani kalah dari unggulan keenam tersebut melalui pertandingan tiga gim 15-21, 21-17, 15-21 pada babak 16 besar di Yeosu, Korea Selatan, Kamis.
“Setelah interval gim ketiga kami tidak sadar polanya melambat, tidak secepat di gim kedua atau awal gim ketiga. Poinnya sempat kejar-kejaran tapi ketika tersusul hawa kami makin turun, permainannya juga,” kata Isyana dalam keterangan Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) setelah pertandingan.
Isyana menilai perubahan tempo permainan membuat mereka gagal mempertahankan momentum setelah merebut gim kedua.
Menurut dia, pertandingan tersebut menjadi pelajaran untuk lebih cepat membaca situasi dan mengubah strategi ketika lawan mulai mengejar perolehan poin.
“Hari ini kami belajar saat tersusul 2-3 poin harus cepat-cepat mengubah pola atau berpikir bagaimana caranya untuk bisa balikin lagi,” ujar Isyana.
Sementara itu, Rinjani menilai permainan mereka menunjukkan perkembangan, terutama dalam menerapkan hasil latihan saat bertanding.
“Alhamdulillah hari ini permainannya cukup baik. Kami cukup senang bisa bermain seperti sekarang. Sebenarnya semenjak di Kudus apa yang kami latih itu sudah keluar di pertandingan, ke depan semoga kami bisa terus lebih baik,” kata Rinjani.
Rinjani juga menganggap kesempatan menghadapi pasangan unggulan Jepang pada turnamen BWF World Tour Super 500 tersebut sebagai pengalaman berharga untuk meningkatkan kualitas permainan.
“Tampil di sini pun jadi pengalaman terbaik buat kami,” ujarnya.
Baca juga: Isyana/Rinjani tembus final Indonesia Masters Kudus
Baca juga: Isyana/Rinjani tantang Rachel/Febi pada Kejuaraan Dunia 2026
Baca juga: Isyana/Rinjani akui ketangguhan unggulan pertama Thailand Open 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.