1. News
  2. Bulutangkis
  3. Sistem skor 3×15 ubah pola main pebulu tangkis muda

Sistem skor 3×15 ubah pola main pebulu tangkis muda

sistem-skor-3×15-ubah-pola-main-pebulu-tangkis-muda
Sistem skor 3×15 ubah pola main pebulu tangkis muda

Anak-anak hampir jarang main reli di sini, lebih banyak main mau nyerang, mundurin, mau nyepetin

Kudus (ANTARA) – Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Superliga Junior 2026 Yuni Kartika mengatakan sistem penghitungan skor 3×15 yang diterapkan dalam turnamen itu mulai mengubah pola permainan para pebulu tangkis muda menjadi lebih agresif.

Sistem yang akan diterapkan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mulai 4 Januari tahun depan itu, kata Yuni, membuat pemain merasakan tekanan lebih tinggi dibandingkan format 3×21.

“Hasilnya, mainnya cepat banget, karena ternyata 15 membuat kepanikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan ketika itu 21. Anak-anak hampir jarang main reli di sini, lebih banyak main mau nyerang, mundurin, mau nyepetin. Itu yang membuat durasinya apa? Jauh lebih cepat,” kata Yuni kepada wartawan di GOR Djarum, Kudus, Jawa Tengah, Sabtu.

Yuni menilai perubahan ini masih menjadi bagian dari proses adaptasi pemain.

Ia mengingatkan ketika sistem 3×21 pertama kali diterapkan, para pemain juga membutuhkan waktu sebelum terbiasa bermain reli panjang.

Baca juga: Superliga Junior bidik Denmark untuk edisi berikutnya

Ia menyatakan akan memantau perkembangan pemain dalam beberapa bulan ke depan untuk melihat sejauh mana mereka mampu menyesuaikan diri dengan sistem baru itu.

“Paniknya lho yang tinggi untuk terus mereka tuh akhirnya mau main cepat dan rasanya, ‘Oh kalau 15, gue full speed terus aman nih, kayak tenagaku masih aman untuk poin 15′. Nah ini kita akan lihat nanti di dua-tiga bulan kayak apa,” kata mantan pemain tunggal putri Indonesia itu.

Pemain muda Muhammad Lutfhi Habibi juga merasakan perubahan itu.

Luthfi bermain dengan Muhammad Rizki Mubarrok pada nomor ganda putra memperkuat tim PB Djarum.

Mereka mengalahkan wakil tim Power Rajawali Tangerang, Fadhlan Lailatul Qadri/Revan Sakha Raya, pada laga semifinal dengan 15-6 dan 15-7 dalam waktu 15 menit.

“Dari faktor fokusnya kita lebih harus siap lagi, soalnya 15 kan cepat, ya, enggak beda dengan 21 yang bisa santai-santai dulu. Jadi, pas di 15 kita harus bener-bener start awalnya harus in, biar bisa ngejar kemenangan,” kata Luthfi.

Baca juga: Polandia dan AS tersingkir dari Superliga Junior 2026

Pewarta: Zaro Ezza Syachniar
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Sistem skor 3×15 ubah pola main pebulu tangkis muda
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us