Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Moh. Zaki Ubaidillah atau Ubed bertekad menjaga konsistensi penampilannya pada Korea Open 2026 meski kondisi fisiknya belum sepenuhnya pulih setelah menjalani rangkaian turnamen di Eropa.
Ubed datang ke turnamen BWF World Tour Super 500 yang berlangsung di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Korea Selatan, 3–8 November, dengan modal mencapai final French Open 2026, ketika ia harus puas menjadi runner-up setelah dikalahkan wakil tuan rumah Christo Popov dengan 11-21, 21-14, 13-21.
“Memang sangat mepet persiapannya, dari pulang Eropa hanya dua hari latihan efektif di Jakarta. Tidak mudah bagi saya di sini tapi saya mau hasil yang lebih mengingat tahun lalu saya tidak berhasil lolos dari babak kualifikasi di turnamen ini,” kata Ubed dalam keterangan PBSI, Senin.
Pebulu tangkis 19 tahun tersebut mengakui jadwal pertandingan yang padat menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kondisi fisik sekaligus mempertahankan performanya.
Meski gagal membawa pulang gelar French Open 2026, penampilan Ubed hingga partai puncak menjadi bekal untuk menghadapi persaingan di Korea Selatan.
Baca juga: Richie bawa modal juara Kudus untuk debut Super 500 di Korea
“Semoga minggu ini saya bisa ngasih performa yang terbaik seperti di French Open kemarin. Semoga bisa konsisten permainannya. Sekarang tinggal menjaga pikiran dan hatinya untuk terus kuat walau badan belum pulih 100 persen,” ujar Ubed.
Berdasarkan hasil undian, Ubed langsung menghadapi tantangan berat pada babak pertama Korea Open dengan bertemu unggulan ketujuh asal Jepang Yushi Tanaka.
Pertandingan tersebut sekaligus menjadi ujian bagi Ubed untuk mempertahankan penampilan positifnya setelah mencatatkan pencapaian penting pada turnamen Super 750 di Prancis.
Indonesia menurunkan enam pemain tunggal putra di Korea Open 2026, yakni Ubed, Alwi Farhan, Anthony Sinisuka Ginting, Richie Duta Richardo, Muhamad Yusuf, dan Prahdiska Bagas Shujiwo.
Baca juga: Enam tunggal putra jadi andalan Indonesia di Korea Open 2026
Baca juga: Jojo raih perak HYLO Open 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.