Kalau ada daftar profesi yang paling dibenci orang, mungkin profesi tukang parkir adalah salah satunya. Dalam beberapa tahun terakhir, tukang parkir memang makin kerap jadi samsak kemarahan orang. Hampir tiap hari ada saja sambatan warga tentang mereka. Ya meski sebenarnya itu terjadi kebanyakan karena ulah juru parkirnya sendiri, sih.
Mungkin kita kerap mendengar ada berita tukang parkir yang menggetok harga tinggi kepada pengendara. Ada pula berita juru parkir yang lagaknya sudah seperti penguasa lahan, kayak preman, semaunya sendiri. Yang paling sering, adalah juru parkir yang kayak jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. Alias, ketika kita datang nggak kelihatan, tapi ketika kita mau mundurin kendaraan, baru bunyi peluitnya.
Semua itu jadi alasan mengapa ada banyak orang yang benci sama tukang parkir. Apalagi kalau tahu pendapatan mereka yang bisa melebihi UMRmakin mendidih kebencian orang. Namun, bukan berarti semua juru parkir bisa kita garam alias kocok rata. Juru parkir yang nyebelin memang banyak, tapi ada juga kok yang kerjanya bener, sopan, bahkan punya inisiatif tinggi. juru parkir seperti inilah yang disukai oleh para pengendara.
Nah, sebagai orang yang pernah jadi tukang parkir di sebuah tempat makan yang sempat viral di kota saya, izinkan saya berbagi tentang tukang parkir seperti apa yang disukai pengendara. Ya siapa tahu bisa jadi referensi atau masukan bagi tukang parkir lain yang merasa perlu memperbaiki diri.
#1 Tukang parkir menyediakan kantong kresek untuk menutupi helm ketika hujan
Buat saya, ini krusial banget. Sebab bagi sebagian orang, helm itu barang berharga. Nggak boleh hilang atau beset, bahkan nggak boleh basah. Nah, di beberapa tempat parkir motor, apalagi parkiran yang di luar ruangan, saya beberapa kali menjumpai tukang parkir yang cuek aja ketika hujan turun. Helm-helm di sana dibiarkan basah kena hujan. Inilah yang bikin orang males sama juru parkir.
Padahal, juru parkir tinggal modal sedikit, beli kantong kresek yang ukuran agak besar, buat menutupi helm-helm di parkiran ketika hujan turun. Terlihat sepele, tapi sangat berarti. Kelihatan banget kalau tukang parkirnya peduli dengan keselamatan dan keamanan, nggak sekadar cari duit saja. Kalau sudah begini, pengendara bayar Rp2.000 jadi ikhlas banget.
Saya belajar ini dari mengamati parkiran di samping SMAN 1 Kota Batu, yang biasanya dipakai parkir siswa-siswi. Di sana, parkirannya di luar ruangan, dan tukang parkirnya sudah sedia kantong kresek. Jadi kalau tiba-tiba hujan, mereka langsung menutup semua helm yang ada tanpa terkecuali. Dan hal ini, sudah berlaku bertahun-tahun, bahkan sampai sekarang. Masih konsisten.
#2 Membantu pengendara mencarikan tempat parkir, dan membantu keluar dari parkiran
Orang-orang benci sama juru parkir yang cuek, yang kayak jelangkung, datang tak dijemput, pulang tak diantar. Lalu gimana supaya nggak dibenci? Ya lakukan sebaliknya. Jadilah tukang parkir yang proaktif, bantu para pengendara untuk cari tempat parkir, sekalian bantu mereka keluar dari tempat parkir. Ingat, ini tuh tugas dasar juru parkir lho.
Ini juga bukan tugas yang susah. Sebagai tukang parkir, kalian pasti hapal spot-spot parkirnya. Kalau ada pengendara, baik itu mobil atau motor, yang kesusahan cari spot, ya dibantu cari sampai dapat. Lalu kalau ada yang mau keluar, apalagi di situasi jalanan yang ramai, ya dibantu sampai keluar parkiran dengan selamat. Bantu mereka dengan sungguh-sungguh, jangan asal-asalan.
Tukang parkir yang proaktif seperti ini sebenarnya banyak, cuma kerap tertutup tukang parkir yang nyebelin. Saya nggak tahu pasti tukang parkir kayak gini ada di titik mana saja. Tapi kalau di kota saya, juru parkir yang proaktif seperti ini salah satunya adalah juru parkir di ATM BCA depan Galeri Raos. Nggak peduli siapa pengendaranya, nggak peduli jalanannya sepi atau ramai, pasti dibantu untuk masuk/keluar parkir.
#3 Jangan menetapkan tarif di atas aturan
Perkara tarif juga jadi salah satu alasan mengapa banyak orang benci sama tukang parkir. Ada banyak juru parkir (baik resmi maupun liar), suka mematok tarif parkir melebihi tarif yang sudah ditetapkan. Ini banyak terjadi di tempat atau titik yang jadi pusat keramaian. Entah itu di kawasan alun-alun kota, atau di kawasan sekitar tempat wisata, atau ketika ada kegiatan masyarakat.
Maksudnya begini. Kalau misalnya secara aturan tarif parkir motor itu Rp2.000 dan mobil itu Rp3.000, ya kalian tukang parkir pasang tarifnya segitu aja. Kalaupun pengin cari untung, naikkan masing-masing Rp1.000 menurut saya masih oke. Tapi, jangan tiba-tiba motor jadi 5.000, mobil jadi 7.000 atau bahkan 10.000. Zalim itu namanya. Nggak heran kalau banyak yang benci.
Apapun alasannya, jangan mematok tarif parkir melebihi aturan, lah. Warga bunuh warga itu namanya. Ya kita semua tahu bahwa hidup lagi susah, tapi ya nggak gini juga caranya.
#4 Tukang parkir perlu ramah sama pengendara
Selain mengerjakan tugasnya dengan baik dan benar, jadi tukang parkir itu intinya cuma satu, kok. Ramah. Sudah, itu saja. Juru parkir itu pekerjaan yang termasuk dalam bidang pelayanan, hospitality. Dan, pekerjaan yang termasuk bidang pelayanan, atau hospitality, ya harus ramah sama pengunjung (dalam hal ini pengendara).
Makanya, tukang parkir yang disukai dan oleh pengendara adalah tukang parkir yang nggak hanya kerjanya benar, tapi juga punya tabiat yang ramah. Harus murah senyum sama pengendara. Jangan ragu buat menyapa. Kalau ada pengendara butuh bantuan, ya dibantu dengan sepenuh hati. Bahkan kalau perlu, juru parkir yang menawarkan bantuan. Dengan begitu, image juru parkir yang tadinya jelek, bisa jadi bagus.
Nah, kalau kalian butuh contoh, coba kalian amati Mawar, keponakan Kang Pipit, di sinetron Preman Pensiun. Juru parkir seperti Mawar-lah yang pasti disukai pengendara. Kerjanya bener, beres, sopan pula. Terbaik pokoknya.
Penulis: Iqbal AR
Editor: Kenia Intan
BACA JUGA Jangan-jangan, Kita Ini Sebenarnya Butuh Tukang Parkir dan Nggak Benci sama Mereka.
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 18 April 2026 oleh