1. News
  2. Berita
  3. Benteng Van Der Wijck Kebumen, Satu-satunya Benteng Oktagon di Indonesia dengan Kereta di Atasnya

Benteng Van Der Wijck Kebumen, Satu-satunya Benteng Oktagon di Indonesia dengan Kereta di Atasnya

benteng-van-der-wijck-kebumen,-satu-satunya-benteng-oktagon-di-indonesia-dengan-kereta-di-atasnya
Benteng Van Der Wijck Kebumen, Satu-satunya Benteng Oktagon di Indonesia dengan Kereta di Atasnya

Benteng Van Der Wijck Kebumen, Satu-satunya Benteng Oktagon di Indonesia dengan Kereta di Atasnya


Di antara sekian banyak peninggalan kolonial Belanda yang tersebar di Jawa, Benteng Van Der Wijck punya satu keistimewaan yang tidak dimiliki bangunan lain manapun di Indonesia, yaitu bentuknya segi delapan.

Bukan setengah lingkaran, bukan persegi, tapi oktagonal penuh, dengan dinding merah bata setebal 1,4 meter yang masih berdiri kokoh hingga hari ini. Benteng ini terletak di Jalan Sapta Marga, Desa Sidayu, Kecamatan Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Kebumen ke arah barat, tepat di jalur utama Kebumen-Yogyakarta.

Yang membuat kunjungan ke sini tidak monoton adalah caranya menggabungkan wisata sejarah dengan wahana rekreasi yang cukup lengkap. Dengan tiket masuk Rp25.000 per orang, pengunjung sudah bisa mengakses wisata sejarah benteng, naik kereta mini, dan masuk kolam renang, semuanya dalam satu area.

Ada juga wahana tambahan seperti perahu angsa, kincir putar, dan mobil-mobilan yang bisa dinikmati dengan biaya terpisah. Ini yang membuat Benteng Van Der Wijck menjadi salah satu destinasi wisata keluarga yang cukup populer di Jawa Tengah, bukan hanya di kalangan peminat sejarah.

Bagi Kawan GNFI yang sedang melintas di jalur Purwokerto-Yogyakarta atau berencana menjelajah wisata Kebumen, mampir ke benteng ini adalah pilihan yang tidak akan terasa sia-sia. Bahkan bagi yang membawa anak-anak sekalipun, ada cukup banyak hal untuk dilakukan di sini selain sekadar membaca papan informasi sejarah.

Sekilas Mengenai Benteng Van Der Wijck

Sejarah bangunan ini cukup berlapis. Sekitar tahun 1818, bangunan ini pertama kali berdiri sebagai kantor VOC untuk kepentingan perdagangan.

Baru pada masa Perang Jawa atau Perang Diponegoro (1825-1830), bangunan itu dialihfungsikan sebagai benteng pertahanan dan kantor militer Belanda, menjadi bagian dari strategi Benteng Stelsel yang berhasil mempersempit pergerakan Pangeran Diponegoro.

Pada masa itu benteng dipimpin oleh Jenderal Frans David Cochius, sehingga dikenal dengan nama Fort Cochius. Namanya kemudian berubah menjadi Van Der Wijck, diambil dari nama jenderal yang menggantikan Cochius sebagai Komandan KNIL. Setelah fungsi pertahanan, benteng ini dimanfaatkan sebagai Pupillen School, sekolah semi-militer khusus untuk orang Belanda dan keturunan campuran.

Perjalanan sejarahnya berlanjut hingga masa pendudukan Jepang, ketika benteng digunakan sebagai tempat pelatihan tentara PETA (Pembela Tanah Air). Pasca kemerdekaan, Belanda sempat menguasainya kembali saat Agresi Militer, sebelum akhirnya digunakan oleh TNI Angkatan Darat sebagai barak militer hingga tahun 2000.

Sejak 5 Oktober 2000, pengelolaan benteng beralih ke pihak swasta dan dikembangkan sebagai objek wisata. Ketenaran bangunan ini juga sempat meluas setelah digunakan sebagai lokasi syuting film The Raid 2: Berandal yang dibintangi Iko Uwais.

Daya Tarik Utama Benteng Van Der Wijck

Daya tarik utama Benteng Van Der Wijck dimulai dari bangunannya sendiri. Bentuk oktagonal yang jarang ditemukan di Indonesia ini memiliki luas 7.168 meter persegi, terdiri dari dua lantai dengan tinggi bangunan mencapai 10 meter dan dinding setebal 1,4 meter.

Di dalamnya terdapat 16 ruangan besar dan sekitar 50-an ruangan dengan berbagai ukuran, bekas barak prajurit, gudang senjata, aula pertemuan, dan ruang-ruang yang kini sebagian difungsikan sebagai ruang pameran sejarah.

Wahana yang paling ikonik dan sulit ditemukan di tempat lain adalah kereta mini yang berjalan di atas atap benteng. Pengunjung bisa mengelilingi benteng dari ketinggian selama sekitar 15 menit dengan kereta ini, menikmati panorama kawasan Gombong dari atas bangunan bersejarah berusia ratusan tahun.

Ada juga kereta mini kedua yang beroperasi dari gerbang utama menuju bangunan benteng karena jarak antara pintu masuk dan bangunan utama cukup jauh untuk ditempuh berjalan kaki dengan nyaman.

Selain kereta, kolam renang bernuansa arsitektur benteng, spot foto dengan patung dinosaurus, wahana becak air, perahu angsa, dan kincir putar tersedia untuk melengkapi kunjungan.

Bagi Kawan yang datang bersama rombongan atau kelompok belajar, area ini juga kerap digunakan untuk kegiatan outbound dan pendidikan sejarah.

Akses Menuju Benteng Van Der Wijck

Alamat lengkap Benteng Van Der Wijck berada di Jalan Sapta Marga No. 100, Sidayutengah, Sidayu, Gombong, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah 54416. Dari pusat kota Kebumen, jaraknya sekitar 19 hingga 20 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 30 hingga 40 menit.

Dari pusat Kota Kebumen, rute yang bisa diikuti adalah Jalan Ronggowarsito menuju Jalan Raya Sokka, kemudian masuk ke Jalan Nasional III atau Jalan Raya Sruweng, dilanjutkan ke Jalan Yos Sudarso, Jalan Kartini, Jalan Gereja, dan terakhir Jalan Secata.

Bagi Kawan yang menggunakan kereta api, bisa turun di Stasiun Gombong kemudian berjalan kaki atau menggunakan ojek menuju benteng melalui Pasar Wonokriyo dan Jalan Kasatrian. Jaraknya dari stasiun sekitar 1,5 kilometer. Area parkir tersedia luas untuk kendaraan roda dua maupun roda empat.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Benteng Van Der Wijck buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 17.00 WIB, tanpa pengecualian hari libur. Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hari sebelum pukul 11.00 agar bisa menikmati suasana sebelum matahari terlalu terik, mengingat kawasan Gombong cukup panas di siang hari.

Harga tiket masuk adalah Rp25.000 per orang, sudah termasuk akses wisata sejarah benteng, naik kereta mini, dan kolam renang. Biaya parkir motor Rp3.000 dan mobil Rp5.000. Untuk wahana tambahan seperti perahu angsa, kincir putar, dan wahana anak lainnya, dikenakan biaya tambahan sekitar Rp10.000 per wahana.

Kereta mini di atas benteng dikenakan tarif terpisah sekitar Rp5.000 per orang untuk satu sesi keliling selama 15 menit. Beberapa wahana seperti seluncuran, roda putar, dan ayunan bisa dinikmati gratis.

Ayo Berkunjung ke Benteng Van Der Wijck!

Benteng Van Der Wijck adalah salah satu destinasi wisata Kebumen yang layak dimasukkan dalam rencana perjalanan, baik untuk keperluan edukasi maupun sekadar rekreasi keluarga.

Datanglah pagi hari, gunakan alas kaki yang nyaman untuk berkeliling dua lantai bangunan, dan jangan lewatkan sesi naik kereta di atas benteng.

Kawan GNFI pasti akan pulang dengan foto yang menarik dan pemahaman sedikit lebih dalam tentang salah satu bab sejarah panjang bangsa ini!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Benteng Van Der Wijck Kebumen, Satu-satunya Benteng Oktagon di Indonesia dengan Kereta di Atasnya
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us