Kabarmancing.com, Hambalang, Bogor – Beberapa waktu lalu kabarmancing.com bertandang ke Pemancingan Galapung SJH Hambalang, Bogor dan bertemu dengan owner SJH Hambalang, Dian Irawan. Beliau seorang pemancing dan pemilik kolam pancing yang hari itu sibuk mengurus event di kolam miliknya agar berjalan lancar sampai akhir lomba.
Ada waktu luang, Dian Irawan pun menyempatkan diri berbincang dengan kabarmancing.com. Tapi di balik itu semua ada yang membuat kabarmancing.com salut dan bangga dengan beliau saat menceritakan siapa dirinya selain memiliki dan mengurus kolam pancing.
Penasaran dengan ceritanya, kabarmancing.com meminta agar bersedia di wawancara tentang sosoknya dan beliau setuju. “Selamat sore Bang Dian, menarik sekali mendengar cerita dari abang sebagai pemain sepak bola profesional. Yang ingin saya tahu, dari pemain sepak bola profesional menjadi pemancing dan pemilik kolam pancing, gimana ceritanya tuh bang,” tanya kabarmancing.com
“Awal mulanya di 2014, saya mengalami cedera lutut, cedera ligamen dan harus operasi, rehabilitasi dan istirahat. Menepi dulu dari lapangan kurang lebih 1 tahun. Saat vakum 1 tahun, saya rehabilitasi pasca operasi itu, kemudian saya iseng-iseng tadinya, kebetulan saya punya empang kecil-kecilan, punya lahan. Awalnya saya mancing untuk menghilangkan rasa jenuh karena ngga bisa aktifitas dan masih cedera. Dari situ ada teman komunitas mancing ngajak saya ikut mancing lomba, saya ikut dan ternyata seru juga nih mancing dan ikut lomba,” pungkasnya mengenang.
Setelah tahu serunya mancing, selanjutnya oleh teman-teman mancingnya mengusulkan Dian agar buka kolam pancing apalagi beliau punya lahan empang dan akhirnya beliau pun setuju. “Setelah kenal mancing dari situ saya jadi suka mancing. Karena saya punya lahan, punya kolam, banyak teman-teman mengusulkan kenapa ngga coba buka kolam pancing buat lomba. Awalnya dari situlah saya terjun ke dunia mancing karena menurut saya positif dan termasuk salah satu olahraga dan tantangan ketika kita lomba. Saya lihat juga tetangga dekat rumah kebanyakan suka mancing dan itu positif bagi saya, anak-anak mudanya suka mancing dan jadi jauh dari narkoba. Setelah dari situ saya vakum dan saya buka kolam pancing. Kolam pemancingan saya yang pertama ini pun berjalan dan saya stop main bola,” lanjutnya.
Seiring berjalannya waktu, beliau menyukai mancing dan bergaul sesama pemancing. Keinginan kembali ke sepak bola menjadi impiannya namun kondisi belum pulih. Setelah sembuh dari cedera Dian pun kembali main bola. “Setelah sembuh dari cedera, saya lanjut lagi main bola dan kembali main di Super League. Saya pernah main di Persisam Putra Samarinda. Di 2014 saya istirahat untuk penyembuhan dan terapi. Di tahun 2015 saya kembali lagi. Saya main lagi di Gresik United. Dua tahun setelah dari Gresik, 2015 saya ke Mitra Putra Kukar, Tenggarong, Kalimantan Timur. Dari 2016, main disana satu musim, saya kembali cedera lagi di kaki yang sama dengan cedera yang sama. Dari situ saya memutuskan untuk pensiun dari sepak bola dan memilih jadi pelatih. Saya mencoba merintis karir jadi pelatih. Mancing ini sebenarnya sampingan saja. Karena saya memang tetap di sepak bola. Setelah jadi pemain saya putuskan jadi pelatih,” imbuhnya semangat.
Setelah memutuskan jadi pelatih bola, Dian pun melatih di Persikabo (Persatuan Sepak Bola Indonesia Kabupaten Bogor). “Sekarang saya jadi pelatih di Persikabo, Kabupaten Bogor. Saya di bawah naungan Dispora Kabupaten Bogor dan PSSI Kabupaten Bogor. Jadi saya melatih untuk saat ini pemain-pemain muda, belum melatih di Liga 1 dan Liga 2, tapi insya allah saya targetnya ke arah sana,“ jelasnya lugas.
Saat ditanya kabarmancing.com mana yang lebih disuka, mancing atau bola, dengan tegas beliau mengatakan, dua-duanya suka, tapi yang lebih diutamakan bola. Kalau mancing sekedar menghilangkan kejenuhan.
Di akhir perbincangan beliau berharap ke depannya untuk persepakbolaan dan usaha pemancingan khususnya di Indonesia tetap berjalan dan berkembang. “Harapan saya bisa dua-duanya tetap berjalan dan berkembang. Kalau dilihat dari kedua sisi, memang boleh dikatakan bisa jadi sama-sama jadi sumber penghasilan. Kalau memang dari sepakbola kan itu lebih ke karir. Nah, untuk dunia permancingan lebih mengutamakan silaturahmi,” imbuhnya menutup perbincangan sore itu.(rambe/foto dok:kabarmancing.com)

Kabarmancing Channel : Racikan Umpan ‘Nacha’ Untuk Lomba Mas & Galapung

Umpan Air Tawar : Racikan Umpan Djempol Premium Amis Untuk Ikan Mas Lomba

Kabarmancing Channel : Mandiri Club Fishing ‘Dari Hobi Jadi Prestasi’

Info Produk : Tegek Swan ‘Suga’ Size 180, 210, 240, 270, 300, 360, 450, Length 40 Cm

KMP Kembali Hadir dengan Nama ‘Komunitas Mancing Perbankan Reborn’, Event Perdana 13 Juni 2026

