Jakarta (ANTARA) – Ketum KONI Marciano Norman menyebut tim koordinatif tengah mengkaji persiapan teknis PON XXII/2028 di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT) selaku tuan rumah, serta DKI Jakarta sebagai wilayah penunjang penyelenggaraan.
Dia menjelaskan, tim yang berisikan perwakilan KONI, Kemenpora, Kejaksaan Agung, dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) itu akan mengkaji berbagai aspek teknis penyelenggaraan mulai dari persiapan arena, membahas kesiapan serta kebutuhan dana penyelenggaraan, dan lain-lain.
“Dengan terbentuknya tim pusat yang dipimpin Menpora bersama Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun), BPKP, dan unsur terkait, maka penyelenggaraan PON ditargetkan bisa sukses secara prestasi olahraga, penyelenggaraan, administrasi, dan membawa dampak ekonomi yang positif,” kata Marciano dalam konferensi pers di Kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu.
Dia mengapresiasi langkah Menpora Erick Thohir yang mengeluarkan surat keputusan mengenai penyelenggaraan PON XXII/2028 yang memastikan NTB dan NTT sebagai tuan rumah, serta DKI Jakarta selaku wilayah penyangga.
Baca juga: Menpora: Tidak ada pembangunan arena baru untuk PON 2028
Lewat keputusan itu, koordinasi ke depan akan semakin jelas dan terukur, sehingga memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) lain untuk mempercepat persiapan.
“Jadi masih ada waktu tersisa dua tahun lima bulan lagi untuk memaksimalkan persiapan,” ujar dia.
Marciano menambahkan, koordinasi antara KONI Pusat, pemerintah daerah NTT dan NTB, serta Kemenpora sebenarnya telah berlangsung sejak kedua provinsi ditetapkan sebagai tuan rumah pada 2022.
Proses tersebut meliputi penentuan cabang olahraga, peninjauan arena, hingga penyelarasan berbagai kebutuhan penyelenggaraan.
Namun, karena terdapat perubahan terkait adanya kebijakan untuk tidak membangun arena yang baru, maka koordinasi lebih lanjut diperlukan guna memastikan langka ke depannya.
Terkait Jakarta yang akan membantu menyelenggarakan sejumlah pertandingan, Ketum KONI itu turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi tinggi kepada Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang bersedia membantu dua provinsi tuan rumah.
Sementara itu Menpora Erick Thohir memastikan bahwa pemerintah tidak akan membangun arena yang baru untuk PON XXII/2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), sehingga mengedepankan optimalisasi fasilitas yang tersedia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Menpora pastikan PON 2028 digelar di tiga provinsi
Baca juga: Menpora ingatkan jangan ada pembajakan atlet untuk PON 2028
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.