1. News
  2. Opinion
  3. Menjelang Puncak Haji 2026, Isak Tangis Jemaah Kloter 14 Padang Pecah Saat Persiapan ke Arafah

Menjelang Puncak Haji 2026, Isak Tangis Jemaah Kloter 14 Padang Pecah Saat Persiapan ke Arafah

menjelang-puncak-haji-2026,-isak-tangis-jemaah-kloter-14-padang-pecah-saat-persiapan-ke-arafah
Menjelang Puncak Haji 2026, Isak Tangis Jemaah Kloter 14 Padang Pecah Saat Persiapan ke Arafah
Menjelang Puncak Haji 2026, Isak Tangis Jemaah Kloter 14 Padang Pecah Saat Persiapan ke Arafah
Ilustrasi(MI/Yose Hendra)

SUASANAharu tak terbendung menyelimuti salah satu hotel di kawasan Aziziyah, Mekah. Ratusan jemaah haji Kloter 14 Embarkasi Padang tampak larut dalam doa dan air mata saat mengikuti bimbingan rohani menjelang keberangkatan mereka menuju Padang Arafah pada Minggu (24/5).

Fase Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang sudah di depan mata membuat persiapan batin para jemaah begitu emosional. Bagi mereka, momen ini adalah puncak dari seluruh perjalanan spiritual seumur hidup yang telah dinanti selama bertahun-tahun.

Di sudut ruangan, pemandangan kontras terlihat antara kesibukan fisik dan ketenangan batin. Beberapa jemaah tampak teliti melipat kain ihram, sementara yang lain menggenggam erat buku doa kecil sambil melantunkan zikir dengan suara lirih. Ada sorot mata yang menatap kosong namun penuh harap, membayangkan saat mereka berdiri di hamparan Arafah bersama jutaan manusia dari seluruh penjuru dunia.

Armuzna : Momentum Mengetuk Pintu Surga

Pembimbing Ibadah Kloter 14, Tri Andriani Djusair, menekankan bahwa perjalanan menuju Arafah bukan sekadar perpindahan lokasi geografis.

“Armuzna bukan sekadar perjalanan fisik. Di sanalah kita mengetuk pintu langit,” ujar Tri Andriani di hadapan para jemaah yang mendadak hening.

Kalimat tersebut membuat suasana semakin syahdu. Arafah dipandang bukan hanya sebagai titik di peta perjalanan haji, melainkan tempat manusia datang membawa seluruh penyesalan, dosa, harapan, dan doa-doa terbaiknya. Di sana, status sosial luruh; jutaan jemaah berdiri dalam pakaian serupa, tanpa gelar maupun jabatan.

Tri Andriani juga mengingatkan bahwa Wukuf di Arafah adalah momentum paling sakral. “Di Padang Arafah nanti, jutaan manusia berkumpul dengan pakaian yang sama. Memohon ampun dengan air mata penyesalan, mengetuk pintu langit dengan doa terbaik,” tambahnya dengan suara bergetar.

Sucikan Hati Sebelum Membaca Niat Haji

Sebelum bus-bus maktab datang menjemput untuk membawa rombongan menuju Arafah, jemaah dituntun untuk mematangkan persiapan batin. Fokus utama malam itu bukan sekadar merapikan fisik dengan sunnah ihram seperti memotong kuku atau mandi sunnah, melainkan penyucian jiwa.

Jamaah dibimbing untuk mengucapkan istighfar berjamaah, dilanjutkan dengan syahadat, salawat, dan zikir. Langkah ini diambil agar tumpukan kesalahan di masa lalu tidak menjadi batasan bagi salat yang akan dipanjatkan puncak haji.

“Bersihkan hati sebelum mengutarakan niat. Jangan hanya tubuh yang bersih, tapi hati juga harus terbuka dan ikhlas,” pesan Tri Andriani.

Edukasi Inklusif bagi Jemaah Perempuan dan Lansia

Bimbingan rohani ini juga memberikan perhatian khusus bagi jemaah perempuan yang sedang mengalami uzur syar’i atau haid. Tri Andriani menegaskan bahwa kondisi biologis tersebut tidak mengurangi hak mereka untuk meraih pahala haji yang mabrur.

“Mereka tetap bisa berniat dari hotel, dengan batasan tidak melaksanakan salat dan thawaf,” jelasnya untuk menenangkan jemaah yang khawatir akan kondisi ibadahnya.

Larangan Ihram dan Disiplin Berjamaah

Begitu diucapkan “Labbaikallahumma labbaik” mulai menggema secara kolektif di dalam ruangan, atmosfer hotel berubah total menjadi sangat sakral. Dengan terucapnya niat haji, seluruh larangan ihram resmi berlaku bagi setiap jemaah.

Petugas menekankan agar jemaah menjaga disiplin diri secara ketat, terutama menjaga lisan dari perkataan kotor (rafath), menjauhi perbuatan maksiat (fusuq), dan menahan diri dari pertengkaran (jidal). Mengingat tantangan fisik di Arafah dan Mina yang berat, jemaah juga diminta untuk saling menjaga, khususnya memberikan perhatian lebih kepada jemaah lansia dalam rombongan.

Dengan hati yang sudah tertata dan hati yang telah disucikan, jemaah Kloter 14 Padang kini bersiap melangkah menuju Arafah, siap memohon ampun dan mengetuk pintu surga dengan sejuta harapan. (YH/E-4)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Menjelang Puncak Haji 2026, Isak Tangis Jemaah Kloter 14 Padang Pecah Saat Persiapan ke Arafah
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us