1. News
  2. Kombitainment
  3. Wujud Semangat Kolektif bersama Bising Kota untuk Musik Indonesia

Wujud Semangat Kolektif bersama Bising Kota untuk Musik Indonesia

wujud-semangat-kolektif-bersama-bising-kota-untuk-musik-indonesia
Wujud Semangat Kolektif bersama Bising Kota untuk Musik Indonesia

Tur Bising Kota Nasional Semua tentang Kolektif Musik sukses terlaksana selama tanggal 7 Juni hingga 30 Juli 2025 untuk mengunjungi total 21 kota di Indonesia yaitu Serang, Solo, Tangerang, Jambi, Lampung, Makassar, Denpasar, Banda Aceh, Pontianak, Medan, Yogyakarta, Pekanbaru, Bogor, Padang, Cirebon, Samarinda, Bandung, Palembang, Bekasi, Surabaya, dan Jakarta Selatan.

Tim Pophariini yang bergantian hadir sebagai narasumber ke semua kota adalah Suherman Soemardi selaku Co-Founder & CEO, Nadia Araditya .P. (Commercial), Deni Darmawan alias Denboi (Community Manager), dan Putri Pohan (Managing Editor). Di mana setiap kota kunjungan memiliki tema diskusi yang berbeda sebagai wujud semangat kolektif bersama Bising Kota untuk musik Indonesia. 

Suherman yang berkesempatan menjadi narasumber untuk Amplified the Talks di Yogyakarta menanggapi perihal “Memandang Relevansi Bisnis industri Media Kreatif, Should be a grassroot or Sellout”. Ia mengatakan bisnis media di industri media kreatif saat ini kenyataannya tengah terpuruk. Para pemain media sedang mencari model bisnis terbaik mereka untuk menghadapi tantangan secara makro maupun mikro.

“Kita hidup dalam tekanan sosial, ekonomi, teknologi, dan perubahan arah global yang luar biasa cepatnya namun kita tetap membutuhkan media. Diperlukan cara-cara kreatif untuk bertahan hidup. Perlu pemikiran strategik dan langkah-langkah atau upaya kekinian agar tetap menjaga relevansi. Kita bisa optimalkan penggunaan media sosial dan perlu tahu dengan siapa kita bicara menjadi keharusan. Menjadi agile dan mencair serta antisipasi arah perubahan adalah solusi terbaik untuk saat ini,” ungkap Suherman.

Simak kutipan dari perwakilan kolektif di berbagai kota untuk pelaksanaan Tur Bising Kota di bawah ini.


Serang, 7 Juni 2025

“Panggung Kecil, Gaung Besar: Merancang Publikasi & Ekosistem Musik Hari Ini”

Sofun Soundtune

“Ekosistem musik yang sehat lahir bukan dari panggung megah, tapi dari koneksi kecil yang konsisten: media yang peka, komunitas yang solid, dan karya yang berani melintasi batas lokal.” – Akbar Samudra (Sofun Soundtune)

Solo, 19 Juni 2025

“Laboratory Talks: Gagasan Artistik, Ekosistem, dan Profesionalisme Lokal”

City of Laboratory

“Band-band hari ini bukan hanya harus bagus secara musikal, tapi juga tangguh secara struktural. Bahwa manajer bukan sekadar operator, tapi bisa jadi co-pilot visi artistik.” – Landhung (City of Laboratory)

Jambi, 20 Juni 2025

“Strategi agar Band-band Baru Dilirik Media Musik Nasional” 

Panggung Vakansi

“Dengan adanya gathering dengan tema ini mampu memantik musisi Jambi untuk kembali memperlihatkan karya yang semula tersimpan rapi hingga kini kembali berkarya. Adanya tema tersebut mampu memberikan gambaran kepada mereka bagaimana cara untuk terus eksis di media-media dan penyaluran terhadap relasi media di luar Kota Jambi.” – Thoriq Devis (Panggung Vakansi)

Lampung, 20 Juni 2025

“Cara Bandmu Tidak Tenggelam di Tengah Keramaian”

Midnight Embassy

“Mulailah tumbuh dan terdengar dari kota sendiri. Tunjukkan kualitas karya lo di berbagai ruang lokal seperti panggung kecil, acara komunitas, media sosial, atau kolaborasi dengan pelaku kreatif setempat. Jangan anggap remeh kekuatan dukungan dari lingkungan terdekat, karena dari sanalah pijakan awal yang solid bisa terbentuk. Kalau lo berhasil mendapat tempat di kota sendiri, itu bisa jadi langkah awal yang kuat untuk dikenal lebih luas dan membuka peluang di tingkat nasional. Ingat, nggak ada yang benar-benar sukses sendirian, terutama di dunia kreatif. Lo butuh orang-orang yang bisa jadi partner, teman diskusi, support system, atau rekan kolaborasi. Bangun hubungan yang sehat, aktif di komunitas, ngobrol dengan sesama pelaku industri, dan cari mereka yang satu frekuensi. Ketika lo berada di tengah lingkungan yang saling dorong untuk maju, energi positif itu bakal ngangkat semua orang bareng-bareng. Jangan pelit kasih support dan jangan takut buat minta bantuan. Ekosistem yang saling percaya dan ngasih ruang adalah kunci untuk tumbuh bersama secara berkelanjutan.” – Afif (Midnight Embassy)

Denpasar, 21 Juni 2025

“Media Musik Lokal: Relevansi atau Engagement Semata?”

Berbagi Panggung

“Walaupun hanya repost terkait event musik, media tersebut masih menjadi media musik yang dibutuhkan oleh musisi. Namun pertanyaannya, apakah musisi sudah menyiapkan kelengkapan promosional (media kit, dan lain-lain) yang baik dan benar ke media?.” – Surmin (Berbagi Panggung)

Makassar, 21 Juni 2025

“Relasi Musik, Video dan Grafis”

Riuh Collective

⁠”Akhirnya kita bisa lebih banyak tau tentang bagaimana sudut pandang media besar seperti Pophariini melihat band dan apa-apa saja yg jadi poin penting saat membuat press release. Dan sangat senang juga atas kedatangan dari Pophariini karena akhirnya bisa meluaskan lagi sudut pandang band terhadap marketing dari lagu tersebut yang sebenarnya bisa di konversi jadi banyak hal dan kesenian-kesenian yang bisa menghidupi ekosistem dari band-bandnya.” – Faizun (Riuh Collective)

Tangerang, 23 Juni 2025

“Soundwich Talks: Hearing & sharing session (memperdengarkan & membahas band yang sudah submit di GAM)”

Ganggu Tetangga

Wisata Nada

Akhir Pekan

Sandwich Attack

“Bermusik bukan cuma soal menciptakan bunyi yang enak didengar—tapi soal melahirkan produk. Ada banyak elemen yang bisa memberi nilai lebih pada sebuah karya: dari visual, manajerial, hingga strategi pemasaran. Musisi, kolektif, dan subkultur lainnya perlu lebih sering terlibat dalam diskusi padat dan bergizi—bukan sekadar bersenang-senang.” – Isank (Sandwich Attack)

Banda Aceh, 2 Juli 2025

“Rilis & Publikasi”

Artjeh Space dan Frekuensi Bawah Kota

“Rilis dan publikasi musik di Aceh masih menghadapi berbagai tantangan. Berkat adanya diskusi dengan Bising Kota beberapa waktu lalu menjadikan kesadaran kolektif untuk sering membuat diskusi tentang musik.” – Gema Aulia (Frekuensi Bawah Kota)

Medan, 4 Juli 2025

“⁠Manager Band: Antara Teman, Bisnis, dan Strategi”

Antar Lintas Skena

“Medan punya banyak musisi berbakat, tapi ekosistem pendukungnya terutama di sisi manajemen masih sangat lemah. Terlalu banyak yang ngaku ‘manajer band’ padahal gak ngerti peran, tanggung jawab, dan strategi manajemen yang sebenarnya. Akibatnya, band dan musisi jadi jalan sendiri, enggak berkembang optimal, bahkan banyak yang kehilangan momentum bukan karena kurang talenta, tapi karena salah orang di sekelilingnya.” – Doli (Antar Lintas Skena)

Pontianak, 4 Juli 2025

“Menggagas Perubahan: Sorotan Media Tak Melulu Bicara Band Ibukota”

Djagad Karja

“Dengan membuat materi musik yang oke, setelah itu membuat press release yang benar, mencoba membuat plan setelah rilis dengan benar, harusnya band dari daerah bisa mencuri perhatian media agar media gak melulu bicara band yang ada di ibukota.” – Edho Sasnatra (Djagad Karja)

Yogyakarta, 5 Juli 2025

“Memandang Relevansi Bisnis industri Media kreatif, should be a grassroot or sell out?”

Say boo mee

“Ruang diskusi bukan cuma penting, itu fondasi. Tanpa arah, media jadi monoton. Kita butuh lebih banyak pegiat yang peka, kritis, dan konsisten. Karena yang terekam, tak akan pernah benar-benar mati. Yogyakarta, tumbuh berkat peran media.” – Fei Hung (Say boo mee)

Pekanbaru, 6 Juli 2025

“Ulas Tuntas Peran Media dalam Komunitas”

Kanal Pertunjukan

“Melihat fenomena yang ada di beberapa kota di Sumatra, media punya peranan penting dalam mendengungkan agenda promosi bagi musisi serta kegiatan seni lainnya. Media dan musisi harus peka akan ini.” – Elot (Kanal Pertunjukan)

Bogor, 11 Juli 2025

“Established musisi + Monetisasi karya musik: apakah bisa hidup lewat musik?”

Noir Lab

“Seorang praktisi musik tidak hanya menciptakan karya yang bagus, tetapi juga perlu melek terhadap regulasi yang berkaitan dengan profesinya.” – Yoga (Noir Lab)

Padang, 12 Juli 2025

“Proses Redaksi Media dan Kolaborasi Musisi di Era Digital”

3AM, Swara Skena, Sofast Creative, Mamamia Chaotic Club, Pentas Kita

“Melalui percakapan terbuka dan reflektif di acara talkshow kemarin, Mamamia berharap untuk tetap berjalannya ekosistem bagi penggerak seni untuk lebih berani bersuara dan berbagi cerita. Dan Mamamia sangat berterimakasih sekali kepada teman-teman yang telah support, mau itu dari luar atau dalam Mamamia.” – Nofriansyah Edwar (Mamamia Chaotic Club)

Samarinda, 13 Juli 2025

“101 Music Marketing”

Local Native Borneo

“Samarinda udah lama mengenal musik, tapi masih baru perihal industri-nya. Dan sharing session Bising Kota bareng East Kausa kemarin jadi guidance buat kami, jadi ada clue buat langkah selanjutnya.” – Aldi (Local Native Borneo)

Cirebon, 13 Juli 2025

“Arsip, Musik, & Kota”

Waves Studio dan Arcanist 

“Arsip adalah jembatan memori yang menjaga cerita musik dan identitas kota tetap hidup. Lewat pengarsipan, kita melawan lupa, membangun kesinambungan pengetahuan, dan memperkaya pemahaman diri serta komunitas.” – Muhammad Abdurrasyid Haidar (Waves Studio).

Bandung, 18 Juli 2025

“Musik, Monetasi & Kolaborasi: Bagaimana Kolektif Musik bisa Bertahan?”

Jangan Collective

“Menurut gue hasil dari pembicaraan kemarin, kolektif bisa sustain atau bertahan lama itu  hanya butuh 2 syarat, yaitu punya capital dan konsistensi. Dan kunci dari capital itu sendiri kami mampu baca trend dengan cepat dan untuk konsistensi itu mungkin lebih ke problem solving aja di area internal maupun eksternal.” – Rami (Jangan Collective)

Palembang, 18 Juli 2025

“Dari Pinggiran Lampu Sorot Utama: Menerobos Sekat Media Musik Hari Ini”

Tigosenga

“Kawan-kawan sudah sedari lama percaya desentralisasi dan kerja-kerja yang menyebar, dan bagaimana lebih fokus pada di mana kami hidup, berkembang dan berkarya. Tapi tak bisa dipungkiri, pada musik yang lebih terindustrialisasi–’pusat gempa’ tetap saja nyata; Apa yang akhirnya dilakukan Bising Kota ini sungguh menjawab beberapa masalah yang ada, berbagi informasi, berbagi resources, berbagi mimpi dan strategi, saling meng-upgrade untuk bisa tetap kembali pada kerja-kerja nyata di kotanya masing-masing. Tur Bising Kota mendorong konektivitas, aktivasi dan banyak hal penting untuk bisa diusahakan terpisah, tapi dengan pengetahuan yang sama. Dan itu penting pada wacana desentralisasi itu sendiri.” – Taxlan (Tigosenga)

Bekasi, 25 Juli 2025

“Managing talent and marketing karya musik via populer media”

Bekasi Padat Karya

“Kota ini emang bukan diciptakan untuk industri kreatif, pilihan berkarier di industri kreatif sangat terbatas di sini. Untuk itu berkolektif adalah jalan keluar buat bikin banyak hal seru bareng-bareng. Tapi itu juga yang bikin banyak pelakunya memilih berkarier di kota lain.” – Aji (Bekasi Padat Karya)

Surabaya, 26 Juli 2025

“Bunyi & Kata: Membangun Karier Musik dan Kolektif di Kota Tanpa Infrastruktur Industri”

Connective

“Yang perlu kita sadari adalah bahwa bermusik tidak semudah itu. Bukan hanya soal membuat karya dan segala proses kreatifnya—karena itu memang sudah menjadi keharusan. Tapi hal yang sering terlupakan adalah pentingnya sikap (attitude) dan bagaimana kita menyikapi berbagai dinamika serta politik yang terjadi di industri ini, baik secara internal maupun eksternal.” – Johannes Febrianto Elyas (Connective)

Jakarta Selatan, 30 Juli 2025

“What a Band Manager Does and How to Network in the Scene?”

Loide Records

“Peran manajer dalam sebuah band sangat bergantung pada kebutuhan masing-masing band. Berjuang bersama di jalur ‘arus kiri’ bukanlah hal yang mudah, konsistensi dan ketekunan menjadi kunci utama untuk tetap relevan di ‘scene’ musik saat ini. Untuk sekarang, hal terbaik yang bisa dilakukan band dan manajer adalah tetap konsisten dan membiarkan musiknya berkembang secara organik. Seperti kata Pram pada malam itu, lebih baik memiliki 200 pendengar yang tepat dan relevan untuk saat ini, lalu bertambah perlahan seiring waktu.” – Ernest (Loide Records)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Wujud Semangat Kolektif bersama Bising Kota untuk Musik Indonesia
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us