1. News
  2. Berita
  3. Dongeng Nusantara Bertutur, Kepak Rau di Riak Sungai Kampar

Dongeng Nusantara Bertutur, Kepak Rau di Riak Sungai Kampar

dongeng-nusantara-bertutur,-kepak-rau-di-riak-sungai-kampar
Dongeng Nusantara Bertutur, Kepak Rau di Riak Sungai Kampar

Rau, si penguasa udara area Sungai Kampar di Riau sedang sibuk merapikan telur-telurnya. Burung cekakak sungai itu celingukan, memastikan tak ada yang tahu lokasi penyimpanan telur-telurnya. Lubang di batang bakau tua kini menjadi tempat pengeraman telur teraman. 

Sibuk merapikan sarang seharian, perut Rau mulai keroncongan. Rau kemudian terbang rendah dan terjun menukik ke arah sungai. Matanya mengunci mangsa, seekor udang galah kecil. 

Hap! Dengan penyelaman kilat, Rau berhasil menjepit buruan dengan paruhnya yang runcing. Burung cekakak itu kemudian kembali terbang ke arah sarang. Namun, betapa terkejutnya ia. Di dahan bakau tempatnya menyimpan telur, kini bertengger seekor murai batu betina dan bayinya. 

“Sedang apa kalian di sini?” teriak Rau galak setelah menelan buruannya cepat-cepat. 

Bayi murai yang terkejut mendengar lengking suara Rau sontak menangis. Sang ibu pun menenangkannya. 

“Maaf, Cekakak. Kenalkan, namaku Kucaci dan ini anakku, Tanku. Kami hanya beristirahat di sini. Kami baru saja melarikan diri dari sangkar manusia. Kabut asap membuat pandangan kami kabur. Jadi, kami singgah di sini,” jawab Kucaci. 

“Kalian kan bisa hinggap di pohon lain yang jauh dari rumahku. Kenapa harus di sini?” Rau berteriak dan mendekat ke arah mereka. 

Kucaci berjalan mundur sambil terus mengapit Tanku yang tertatih karena kakinya terluka. Rau yang melihat pemandangan itu merasa sedikit iba. 

“Boleh kami tinggal barang sehari dua hari sampai Tanku sembuh?” pinta Kucaci.

“Tidak! Tidak ada yang boleh tinggal di sini barang sehari pun!” Meski tegas, sekarang raut wajah Rau tampak ragu. Teriakannya terdengar melemah. 

“Baiklah kalau begitu. Kami akan pergi.” Kucaci menyahut lirih. Namun, belum sempat ia mencengkeram tubuh anaknya untuk dibawa terbang, Tanku tergelincir dan jatuh ke arah sungai. Melihat hal itu, Rau pun meluncur untuk menangkap si bayi murai.

Meski menggunakan kecepatan terbaiknya, Rau tak berhasil menangkap Tanku di udara. Burung kecil malang itu tercebur ke sungai! Cekakak itu lalu menarik napas panjang dan segera meluncurkan tubuhnya ke dalam air. 

Beruntung, Rau dapat dengan cepat mencengkeram kaki Tanku dan membawanya keluar dari air. Kucaci berterima kasih kepada Rau karena telah menyelamatkan anaknya. Murai itu berjanji segera pergi agar tak mengganggu Rau. 

“Kalian boleh tinggal di sini sampai Tanku sembuh. Tapi, jangan lagi ada adegan jatuh ke air, ya! Karena tenagaku ini harus dihemat untuk mencari makan,” sahut Rau sembari terengah-engah dan tersenyum tipis pada keduanya. Kucaci pun kembali berterima kasih kepada Rau dan berjanji akan membalas kebaikannya.*

logo baru nusantara bertutur

Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: Rizka Amaliah
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dongeng Nusantara Bertutur, Kepak Rau di Riak Sungai Kampar
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us