Dosen FEB UGM Raih U21 Award, Berawal dari Pengalaman Pribadi Hadapi Diskriminasi
Wuri Handayani merupakan dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Gadjah Mada. Ia juga menjabat sebagai Ketua Unit Layanan Disabilitas (ULD) UGM.
Belakangan, namanya mendapat perhatian setelah meraih penghargaan internasional dalam ajang Universitas 21 (U21) Award, jaringan kampus riset dunia yang beranggotakan puluhan universitas ternama.
Di dalamnya ada nama-nama seperti Fudan University, University of Melbourne, hingga National University of Singapore.
Penghargaan ini diberikan atas kontribusinya dalam mendorong inclusive global engagement, khususnya dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas.
Berangkat dari Pengalaman yang Tidak Mudah
Wuri mengaku pernah mengalami langsung hambatan sebagai penyandang disabilitas, baik di lingkungan akademik maupun layanan publik.
“Saya merasakan bagaimana hambatan dan diskriminasi yang dialami oleh para penyandang disabilitas,” ungkap Wuri (3/5).
Pengalaman itu menjadi titik awal keterlibatannya dalam isu inklusivitas pendidikan.
Perubahan cara pandangnya mulai terbentuk saat menempuh studi magister di University of Leeds. Di sana, ia melihat sistem layanan disabilitas yang sudah terstruktur melalui disability service unit.
“Di sana itu ada namanya disability service unit yang memfasilitasi semua kebutuhan disabilitas,” tuturnya.
Disability service unit adalah unit khusus di kampus yang menyediakan dukungan bagi mahasiswa disabilitas. Dukungan ini meliputi penyesuaian akademik, akses fasilitas, dab layanan pendampingan.
Konsep ini lah yang kemudian ingin ia hadirkan di Indonesia.
Proses panjang membentuk ULD UGM
Sekembalinya ke Indonesia, Wuri mulai terlibat dalam inisiasi Unit Layanan Disabilitas (ULD) di UGM pada 2019. Prosesnya tidak singkat. Kondisi pandemi kala itu sempat menghambat.
Namun upaya dilanjutkan kembali pada 2023 melalui workshop dan penyusunan naskah akademik. Hingga akhirnya, terbit Peraturan Rektor Nomor 19 Tahun 2024.
ULD UGM resmi berdiri pada Desember 2024.
Apa itu Unit Layanan Disabilitas?
Unit Layanan Disabilitas (ULD) adalah unit yang memastikan mahasiswa disabilitas mendapat akses pendidikan yang setara.
Di UGM, layanan ini mencakup mahasiswa disabilitas fisik, netra, tuli, dan mental
Bentuk dukungannya tidak hanya fasilitas fisik, tetapi juga penyesuaian dalam proses belajar. Misalnya materi kuliah dalam format aksesibel, waktu ujian yang disesuaikan, pendamping belajar
Sejak ULD berdiri, jumlah mahasiswa disabilitas yang mengakses layanan meningkat.
Wuri menyebut, mahasiswa kini lebih terbuka untuk meminta dukungan.
“Jadi mereka ini melihat bahwa ULD itu ada dan berperan, bersedia untuk mengungkapkan dan asking for support,” ujarnya.
Hal ini menunjukkan perubahan tidak hanya terjadi di sistem, tetapi juga pada kepercayaan diri mahasiswa.
Penghargaan yang Mewakili Kerja Tim
Penghargaan U21 Award diterima Wuri dalam forum internasional di University of Glasgow pada 21 April lalu.
Wuri menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja bersama.
“Bukan hanya saya, tetapi ada banyak orang di belakang saya termasuk mahasiswa disabilitas,” ujarnya.
Wakil Rektor UGM, Danang Sri Hadmoko, menilai penghargaan ini mencerminkan komitmen kampus terhadap inklusivitas.
“Beliau merepresentasikan peran UGM sebagai kampus inklusif yang ramah untuk semua,” tuturnya.
Ia juga menyebut seleksi penghargaan berlangsung ketat dengan ratusan kandidat dari berbagai negara.
Menurutnya, capaian ini berdampak langsung pada reputasi UGM di tingkat global.
Ke depan, Wuri mendorong pengembangan universal design for learning.
Universal design for learning (UDL) adalah pendekatan pembelajaran yang dirancang agar bisa diakses semua mahasiswa sejak awal.
Artinya, sistem tidak lagi menyesuaikan di akhir, tetapi sudah inklusif sejak perencanaan.
“Inklusif itu bukan akhir, tetapi sesuatu yang harus diperjuangkan terus-menerus,” kata Wuri.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News