1. News
  2. Sepakbola
  3. Mini Museum 50 Tahun PSS: Menjaga Sejarah Klub Tetap Hidup dari Generasi ke Generasi

Mini Museum 50 Tahun PSS: Menjaga Sejarah Klub Tetap Hidup dari Generasi ke Generasi

mini-museum-50-tahun-pss:-menjaga-sejarah-klub-tetap-hidup-dari-generasi-ke-generasi
Mini Museum 50 Tahun PSS: Menjaga Sejarah Klub Tetap Hidup dari Generasi ke Generasi

Bola.com, Sleman – Perayaan 50 tahun PSS Sleman resmi dimulai lewat hadirnya Mini Museum 50 Tahun PSS di Stadion Maguwoharjo. Pameran spesial tersebut dibuka mulai 17 hingga 24 Mei mendatang.

Mini museum itu menjadi ruang nostalgia sekaligus edukasi bagi para pencinta PSS. Pengunjung diajak menelusuri perjalanan panjang klub sejak berdiri pada 1976 hingga memasuki era sepak bola modern saat ini.

Project Leader Mini Museum 50 Tahun PSS Sleman, Alif Madani, memaparkan pembukaan museum merupakan langkah awal untuk memperkuat ikatan emosional antara PSS dan suporternya.

“Ini adalah rangkaian dari perayaan 50 tahun PSS Sleman, yang kami adakan dari tanggal 17 Mei sampai dengan puncaknya di tanggal 24. Jadi untuk pembukaan perayaan ulang tahun PSS kami buka dulu dengan mini museum,” ujar Alif pada Minggu (17/5/2026).

Yuk gabung channel whatsapp Bola.com untuk mendapatkan berita-berita terbaru tentang Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Klik di sini (JOIN)

Menyusuri Perjalanan Panjang Super Elja

Mini Museum 50 Tahun PSS menghadirkan sembilan section berbeda. Di bagian awal, pengunjung langsung disambut area memorabilia jersey yang menampilkan koleksi kostum PSS mulai era Liga Indonesia hingga musim terbaru.

Tidak hanya itu, terdapat trophy room yang berisi deretan piala bersejarah milik PSS. Mulai dari trofi promosi Divisi Utama 1999 hingga juara Liga 2 2018 yang membawa Super Elja kembali ke kasta tertinggi.

Di depan ruang trofi, tersedia history wall yang merangkum perjalanan klub sejak berdiri pada 20 Mei 1976 hingga memasuki usia ke-50 tahun pada 2026.

Seluruh data yang ditampilkan disusun lewat proses riset mendalam, termasuk wawancara dengan mantan pemain, pengurus lama, hingga tokoh-tokoh yang terlibat dalam sejarah PSS.

Tim museum juga menggelar dua sesi focus group discussion (FGD). Sesi pertama melibatkan unsur panitia pelaksana serta perwakilan suporter Slemania dan Brigata Curva Sud (BCS), sedangkan sesi kedua menghadirkan mantan pemain PSS dari berbagai generasi.

Hadirkan Pengalaman Interaktif untuk Suporter

Mini museum ini tak sekadar menyajikan sejarah dalam bentuk pajangan. Pengunjung juga diajak merasakan pengalaman interaktif melalui locker room experience yang dibuat menyerupai suasana ruang ganti pemain saat pertandingan penting.

Area tersebut dilengkapi jersey pemain serta audio suasana ruang ganti untuk menghadirkan pengalaman yang lebih nyata bagi para fans. Kesempatan ini jadi daya tarik tersendiri karena ruang ganti biasanya tidak dapat diakses masyarakat umum.

Selain itu, tersedia pula stadium experience di lorong stadion. Di area ini, pengunjung dapat melihat perjalanan homebase PSS mulai dari Stadion Tridadi, Stadion Mandala Krida, hingga akhirnya bermarkas di Stadion Maguwoharjo sejak 2007.

Berbagai koleksi memorabilia unik juga dipamerkan, seperti sepatu Gustavo Tocantins yang digunakan saat laga final, syal suporter, tiket pertandingan lawas, arsip koran lama, hingga benda-benda bersejarah lain yang berkaitan dengan perjalanan Super Elja.

Harapan Jadi Destinasi Wisata Sejarah di Sleman

Direktur PSS, Yoni Arseto, menyebut mini museum tersebut menjadi wujud impian masyarakat Sleman untuk menjaga sejarah klub tetap hidup dan bisa dinikmati publik luas.

“Mini museum ini adalah wujud dari sebuah impian kita, impian masyarakat Sleman karena dari perjalanannya PSS dari nol sampai saat ini, makanya kami memberikan istilahnya sejarah dan bisa dinikmati oleh masyarakat biar pada berkunjung ke sini,” kata Yoni.

Yoni berharap ke depan PSS dapat memiliki museum permanen yang benar-benar menjadi destinasi wisata sejarah di Sleman. Dengan begitu, perjalanan klub dari era APBD samopai jadi klub profesional berbadan PT bisa terus dikenang generasi berikutnya.

“Harapan manajemen nanti ke depannya kalau nanti sudah punya tempat tersendiri kami akan benar-benar membikin mini museum untuk jadi wisata spot di Sleman,” ucapnya.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mini Museum 50 Tahun PSS: Menjaga Sejarah Klub Tetap Hidup dari Generasi ke Generasi
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us