
TIMBamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Mereka meraih peringkat III Dunia pada kompetisi CanSat 2026, sebuah ajang bergengsi di bidang teknologi ruang angkasa yang berlangsung di Amerika Serikat.
Kompetisi tahunan ini diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) bekerja sama dengan National Aeronautics and Space Administration (NASA). Tim asal Surabaya tersebut berhasil menyisihkan puluhan pesaing dari 40 tim berbagai negara, termasuk India, Turkiye, Meksiko, Polandia, hingga Argentina.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, memberikan apresiasi tinggi saat menerima laporan kemenangan tersebut di Washington DC, Rabu (10/6). Menurutnya, pencapaian ini adalah bukti nyata bahwa kreativitas dan inovasi anak muda Indonesia mampu bersaing di level tertinggi global.
Kutipan Dubes RI:
“Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik dari seluruh dunia. Semangat invensi ini perlu terus dipelihara dan ditularkan,” ujar Indroyono Soesilo.
Misi Satelit Kaleng: Menjaga Telur Tetap Utuh
CanSat menantang mahasiswa untuk merancang satelit mini berukuran kaleng minuman 350 mililiter. Meski kecil, perangkat ini harus mengintegrasikan sistem rumit mulai dari sensor, komunikasi real-time, hingga sistem pemulihan (recovery).
Dalam misi yang dilaksanakan pada Minggu (7/6), muatan rancangan Tim Bamantara meluncur menggunakan roket hingga ketinggian 714 meter. Setelah mencapai titik puncak, satelit melakukan manuver penurunan menggunakan sistem paralayang dan parasut kedua untuk memastikan pendaratan yang lembut.
Keberhasilan teknis tim Indonesia dibuktikan dengan utuhnya telur yang dibawa sebagai simulasi muatan sensitif. Selain itu, seluruh data sensor seperti posisi GPS, tekanan udara, dan rekaman dua kamera onboard berhasil dikirimkan secara waktu nyata ke pusat komando yang berjarak tiga kilometer.
Konsistensi Prestasi PENS
Kemenangan tahun 2026 ini memperpanjang catatan emas PENS di ajang CanSat USA. Sebelumnya, tim ini meraih peringkat III pada 2022 dan meningkat menjadi runner-up pada 2023 di Virginia. Konsistensi ini menegaskan posisi Indonesia sebagai kekuatan baru dalam pengembangan talenta teknologi kedirgantaraan.
Tim Bamantara EPPISAT 2026 diperkuat oleh 10 mahasiswa bertalenta: Adam Kandias, Rafida Azis Al Habib, Ax’l Nurrahim, Lintang Arum Sari, Fatma Aliea Wibowo, Muhammad Tsaqif Mukhayyar, Muhammad Rizky, Immanuel Valentino Wibowo, Tsania Zahira Soffa, dan Callista Salsabila Sugianto.
Tak berhenti di sini, Tim Bamantara kini langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi kompetisi peluncuran roket internasional yang akan digelar di Jerman pada 2027 mendatang. (Ant/I-1)