1. News
  2. Opinion
  3. Essay Contest Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Solutif

Essay Contest Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Solutif

essay-contest-dorong-mahasiswa-berpikir-kritis-dan-solutif
Essay Contest Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Solutif
Essay Contest Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Solutif
Ilustrasi(MI/DEDE SUSIANTI)

Lomba ESAI kembali digelar Yayasan Djarum. Sebanyak 16 mahasiswa penerima Djarum Beasiswa Plus (Beswan Djarum) beradu dalam final nasional yang digelar di Grand Mercure, Badung, Bali.

Ke-16 beswan itu lolos setelah menyisihkan 517 peserta lain dari 103 perguruan tinggi di 38 provinsi di Indonesia. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari sejak Kamis (25/06) hingga Jumat (26/06).

Seperti dijelaskan Felicia Hanitio, Deputy Program Director Bakti Pendidikan Djarum Foundation, kegiatan ini dirancang sebagai wadah pembentukan pola pikir kritis dan pemecahan masalah di kalangan generasi muda terdidik Indonesia.

Hal ini sejalan dengan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi terkait tiga kemampuan yang dibutuhkan saat ini, yaitu kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, dan
pengambilan keputusan.

Di program Djarum Beasiswa Plus, dua keterampilan pertama ini diyakinimenjadi nilai tambah di luar kapasitas nonakademis mahasiswa, yang harus dipupuk sejak dini.

Maka itu, setelah mahasiswa dinyatakan menerima beasiswa ini, Djarum Foundation mendorong anak-anak muda untuk mengasah pemikirannya dalam esai argumentatif.

“Soft skills kini makin dibutuhkan generasi muda di era modern. Kami melatih mahasiswa untuk peka melihat isu-isu di sekitar mereka, mencari data dan fakta, berpikir kritis mencari solusi, dan menuangkan pemikiran sebagai bentuk identitas intelektual mereka dalam sebuah esai argumentatif. Djarum Foundation percaya, setiap perubahan besar selalu diawali dengan gagasan yang dituliskan dan dikomunikasikan,” jelas Felicia.

Felicia menambahkan Beswan Djarum yang tulisannya terpilih kemudian dituntut untuk mengartikulasikan pemikirannya secara oral, lewat Essay Contest di level regional hingga nasional.

Ia menyebut, melalui proses menulis, presentasi, hingga diskusi dengan dewan juri, peserta mampu menghubungkan pengetahuan kognitif yang dimiliki dengan solusi riil, inovatif, dan memberikan dampaknyata bagi lingkungan sekitar mereka.

“Proses inilah yang menjadi inti dari pengembangan karakter danketerampilan nonteknis dalam program Djarum Beasiswa Plus,” pungkasnya. (H-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Essay Contest Dorong Mahasiswa Berpikir Kritis dan Solutif
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us