Universitas Terbuka UKT-nya ramah kantong, banyak beasiswa lagi.
Belakangan ini, timeline media sosial dipenuhi dengan curhatan seputar biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT). Banyak orangtua dan mahasiswa yang gelisah karena mendapat UKT tinggi. Mereka bingung bagaimana cara membayarnya. Sebab, kalaupun semester ini bisa bayar, belum tentu semester-semester selanjutnya punya nafas yang sama.
Memang, UKT sebagai komponen biaya wajib seringkali jadi momok yang menakutkan. Proses penentuannya itu, lho. Calon mahasiswa tidak pernah tahu mereka akan terlempar ke UKT golongan berapa.
Kalau nasib lagi mujur dan masuk ke Golongan 1 yang UKT-nya cuma ratusan ribu rupiah sih, aman. Lha, kalau hasil verifikasi keluar dan UKT-nya langsung “rata kanan”, alias mentok di golongan tertinggi, bagaimana? Gambling beneran pokoknya.
Beruntung, tidak semua kampus negeri memberlakukan UKT sistem golongan yang bikin deg-degan. Ada satu kampus negeri (bahkan satu-satunya kampus negeri), yang UKT mahasiswanya diperlakukan sama, berdasarkan paket atau jumlah SKS yang diambil. Kampus itu bernama Universitas Terbuka (UT). Sudahlah UKT-nya tidak kenal sistem golongan, banyak beasiswanya pula!
Biaya kuliah terjangkau dan fleksibel
Sebelum saya cerita soal beasiswa di UT. Saya beri gambaran sedikit dulu soal biaya UKT di UT.
Jadi, UT punya dua skema biaya kuliah yang bisa dipilih sesuai kebutuhan dan isi dompet mahasiswa. Yaitu, sistem Paket Semester (SIPAS) dan Non-SIPAS. Untuk sistem SIPAS, biayanya sudah dipaketkan per semester. Nominalnya mulai dari Rp1,3 jutaan saja.
Kalau pengen biaya yang lebih fleksibel lagi, bisa pilih skema Non-SIPAS. Di skema ini, mahasiswa hanya bayar biaya kuliah sesuai dengan SKS yang diambil. Biaya per-SKS-nya juga sangat terjangkau mulai dari Rp35.000 hingga Rp120.000. Jadi, kalau semester ini keuangan lagi agak ketat, mahasiswa tinggal kurangi saja SKS yang mau diambil. Supaya, bayarnya nggak terlalu banyak. Begitu.
Fleksibel banget, kan? Memang.
Lantas bagaimana dengan beasiswa di Universitas Terbuka?
Sekarang soal beasiswa. Banyak yang belum tahu kalau di UT juga ada beasiswa. Padahal, beasiswa di UT itu banyak jenisnya. Pertama, ada Beasiswa Program KIP Kuliah. Beasiswa ini hadir sebagai bantuan bagi mahasiswa yang terkendala ekonomi. Benefit dari beasiswa ini adalah pembebasan biaya kuliah hingga uang saku.
Untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah, syarat ekonominya mencakup kepemilikan KIP, terdaftar di Kementerian Sosial, serta pendapatan kotor gabungan orang tua/wali dalam satu bulan di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) domisili asal mahasiswa, yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM).
Akan tetapi, langkah pertama untuk mendapatkan beasiswa ini bukan dengan langsung mendaftar ke UT. Alurnya nggak gitu. Yang benar adalah, calon mahasiswa terlebih harus mendaftar secara mandiri ke website resmi KIP Kuliah. Kalau proses validasi ini sukses, calon mahasiswa akan dikirimi Nomor Pendaftaran dan Kode Akses resmi melalui email.
Nah, setelah nomor pendaftaran dari pemerintah sudah di tangan, langkah berikutnya adalah berkoordinasi dengan UT Daerah setempat. Soalnya, kuota beasiswa untuk tiap program studi di masing-masing UT Daerah itu beda-beda. Itu sebabnya, calon mahasiswa wajib komunikasi dengan UT Daerah.
Beasiswa Disabilitas sampai Beasiswa Prestasi juga ada di UT
Kalau kalian pikir beasiswa di UT hanya beasiswa KIP Kuliah saja, kalian salah. UT juga punya banyak jenis beasiswa lain seperti beasiswa bagi mahasiswa disabilitas, beasiswa dari Ikatan Alumni UT, Beasiswa CSR –hasil kemitraan antara UT dengan Perusahaan atau Pemerintah Daerah, hingga beasiswa prestasi bagi mahasiswa yang punya prestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Nah, buat mahasiswa yang punya capaian membanggakan, sertifikat juara jangan cuma disimpan di lemari atau dipajang di media sosial. UT membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendaftarkan prestasi akademik dan nonakademiknya melalui laman SIMPONI UT di simponi.ut.ac.id. Data tersebut nantinya menjadi bagian dari pencatatan prestasi mahasiswa sekaligus membuka peluang untuk memperoleh apresiasi dari kampus melalui jalur beasiswa.
Nah, bagi yang calon mahasiswa baru yang punya modal nilai rapor oke dan portofolio yang mumpuni, bisa memanfaatkan beasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Lewat beasiswa ini, mahasiswa bakal mendapatkan gratis biaya kuliahnya selama 8 semester, alias sampai lulus. Asik banget, kan? Yang penting, pastikan dulu kalau kamu masuk dalam kuota siswa memenuhi syarat di sekolah. Setelah itu, langsung gas pol tuntaskan pengisian berkasnya secara online sebelum tenggat waktu seleksi nasional berakhir.
Tidak hanya untuk mahasiswa baru
Kalau sampai di titik ini kalian masih nggak percaya bahwa di Universitas Terbuka benar-benar ada beasiswa, coba deh intip laman resmi Instagram-nya UT. Maka, kalian akan melihat bahwa sepanjang 2025, UT sudah memberikan beasiswa kepada 10.813 mahasiswa dengan nilai beasiswa sebesar Rp21,453 miliar! Ini jelas bukan angka yang sedikit.
Menariknya lagi, UT tidak hanya memberikan beasiswa kepada calon mahasiswa baru, tapi juga kepada mereka yang masih aktif sebagai mahasiswa UT. Contohnya, di UT Bandung. Bulan April lalu, UT Bandung bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandung membuka kesempatan bagi mahasiswa UT semester 1-5 yang mengalami kesulitan ekonomi, lewat program beasiswa RMP (Rawan Melanjutkan Pendidikan).
See? Banyak bener kan beasiswa di UT. Bagaimana? Masih belum percaya juga? Cara paling gampang memang membuktikannya sendiri, sih.
Jadi, kapan daftar ke UT? Sekarang, selagi pendaftaran masih dibuka hingga 22 Juli 2026. Pilih program studi, siapkan berkas, lalu daftar melalui https://admisi-sia.ut.ac.id. Niat kuliah jangan berhenti jadi rencana, saatnya mulai langkah pertamanya.
Penulis: Dyan Arfiana Ayu Puspita
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.
Terakhir diperbarui pada 9 Juli 2026 oleh