Sudah mengirim CV, mengikuti tes, bahkan menjalani wawancara dengan lancar. Namun, setelah itu tidak ada kabar lagi. Email tidak dibalas, pesan diabaikan, dan status lamaran menggantung tanpa kejelasan. Pengalaman ini semakin sering dialami para pencari kerja dan dikenal sebagai job ghosting.
Istilah ghosting awalnya populer dalam hubungan personal, yaitu ketika seseorang tiba-tiba memutus komunikasi tanpa penjelasan. Kini, fenomena serupa juga terjadi di dunia kerja. Menariknya, job ghosting tidak hanya dilakukan oleh perusahaan. Di beberapa kasus, kandidat juga menghilang setelah menerima tawaran kerja atau bahkan tidak hadir di hari pertama tanpa memberi kabar.
Menurut survei Indeed Hiring Lab dan LinkedIn Talent Solutions, meningkatnya persaingan tenaga kerja serta perubahan ekspektasi kandidat membuat fenomena ini semakin umum terjadi dalam proses rekrutmen.
Lalu, mengapa job ghosting bisa terjadi?
1. Jumlah pelamar yang sangat banyak
Untuk satu lowongan, perusahaan bisa menerima ratusan hingga ribuan lamaran sehingga tidak semua kandidat mendapatkan respons.
2. Proses rekrutmen berubah
Kebutuhan bisnis yang berubah mendadak membuat sebagian perusahaan menunda atau bahkan membatalkan proses perekrutan.
3. Kandidat juga memiliki banyak pilihan
Di sisi lain, pelamar yang mendapat tawaran lebih baik terkadang memilih menghilang tanpa memberikan konfirmasi kepada perusahaan.
4. Kurangnya komunikasi
Tidak semua perusahaan memiliki sistem yang mampu memberikan pembaruan status lamaran secara berkala.
5. Dampaknya bagi pencari kerja
Ketidakjelasan proses rekrutmen dapat memicu kecemasan, menurunkan rasa percaya diri, dan membuat seseorang terus menunggu tanpa kepastian.
6. Jangan bergantung pada satu lamaran
Para pakar karier menyarankan agar pencari kerja tetap melamar ke beberapa perusahaan sekaligus dan tidak menunggu hasil dari satu proses saja.
7. Lakukan follow-up secara profesional
Jika belum ada kabar setelah satu hingga dua minggu, kirimkan email yang sopan untuk menanyakan perkembangan proses seleksi.
8. Ghosting bukan selalu cerminan kemampuanmu
Tidak mendapat balasan bukan berarti kamu tidak kompeten. Sering kali keputusan tersebut dipengaruhi kebutuhan perusahaan, perubahan anggaran, atau faktor internal yang tidak diketahui kandidat.
Mencari pekerjaan memang membutuhkan kesabaran. Jika mengalami job ghosting, jangan biarkan satu pengalaman membuatmu berhenti mencoba. Terus tingkatkan kemampuan, perbaiki CV, dan buka peluang di tempat lain. Terkadang, kesempatan terbaik datang dari lamaran yang bahkan tidak terlalu kita harapkan.