1. News
  2. Mojok
  3. 4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat

4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat

4-kesalahan-pembeli-saat-menyantap-cuanki-yang-membuat-rasanya-kurang-nikmat
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat

Cuanki selalu punya tempat spesial di hati warga. Terlebih bagi warga Bandung dan sebagian wilayah Jawa Barat karena jajanan ini begitu mudah ditemukan di sana.

Kuah beningnya yang panas, berpadu dengan tahu dan siomay kering, selalu berhasil menjadi menu penyelamat saat lapar melanda atau ketika cuaca sedang dingin-dingin nya. Jajanan ini disukai karena kesederhanaan rasa dan harganya yang merakyat bagi kaum mendang-mending.

Itu mengapa, kami cukup serius soal menikmati semangkuk cuanki. Walau memang, soal rasa itu selera, tapi kami ingin membagikan cara menikmati jajanan ini agar paripurna. Ada beberapa hal yang benar-benar perlu dicermati agar rasa kuah dan isiannya benar-benar paripurna.

#1 Jangan menambahkan sambal botolan terlalu banyak ke cuanki

Kebiasaan langsung mengucurkan saus atau sambal botolan pabrikan yang kental secara berlebihan adalah salah satu cara tercepat merusak rasa aslinya. Karakter asli kuah cuanki itu sebenarnya bukan menonjolkan rasa pedas yang tajam membakar lidah, melainkan rasa gurih asin dari kaldu bening dengan aroma penyedap rasa yang khas seperti merk Royco dan Masako.

Jika ingin rasa pedas khas cuanki, gunakanlah sambal cair khas bawaan abang cuankinya yang tidak terlalu kental. Mengguyur mangkuk dengan saus sambal botolan akan menutupi rasa gurih alami kaldunya, sehingga kuah cuanki berubah rasa menjadi seperti beli semangkuk bakso pedas mainstream.

#2 Bakso urat memang enak, tapi tak cocok dengan cuanki

Bakso urat yang biasa ditemukan di Solo atau Malang memang enak. Namun, menambahkannya ke semangkuk cuanki adalah kesalahan.

Asal tahu saja, cuanki lekat dengan kesederhanaan. Itu mengapa, berbagai macam bakso yang jadi isiannya kebanyakan sudah dicampur tepung atau aci. Bahkan, kadang, campuran tepungnya lebih banyak daripada dagingnya sehingga menimbulkan kesan kenyal.

Tekstur bakso yang kenyal-kenyal bersahaja inilah yang justru klop saat berpadu dengan kuah bening. Kehadiran bakso urat yang terlalu dominan justru akan menghancurkan harmoni tekstur rasa. Kekhasan dari siomay kering yang menjadi bintang utama cuanki akan tenggelam oleh dominasi kunyahan urat sapi yang melelahkan rahang.

#3 Formula rasa Misdaseum tidak berfungsi

Untuk orang Sundapasti akrab dengan istilah “misdaseum” yaitu amis, lada, haseum (manis, pedas, asam). Sebuah kombinasi rasa ekstrem di mana konsumen menuangkan cuka, kecap manis, dan sambal secara brutal.

Satu hal krusial yang harus diluruskan, sekte misdaseum ini sejatinya lahir dan biasa dipraktikkan oleh para pencinta bakso tulen, bukan pencinta cuanki.

Menerapkan formula ini pada semangkuk cuanki adalah tanda bahwa kalian gagal memahami esensi jajanan satu ini. Meracik cuanki dengan gaya yang berlebihan ini menunjukkan bahwa lidah Anda sudah mati rasa terhadap rasa asli yang original. Rasa cuka yang menusuk hidung, sambal yang membakar lidah dan manisnya kecap yang pekat hanya akan menenggelamkan rasa gurih alami bawaan penjualnya.

#4 Jangan lewatkan siomay kering dan tahu kering

Bisa dikatakan, kesalahan terbesar saat membeli cuanki adalah meminta abangnya untuk tidak memasukkan siomay kering. Jiwa dan raga dari semangkok makanan ini justru terletak pada siomay dan tahu keringnya.

Siomay kering khas cuanki memiliki keajaiban tekstur yang tidak dimiliki oleh batagor ataupun bakso Malang. Ketika disiram kuah panas, bagian luarnya akan melunak dan menjadi kenyal, namun bagian tengahnya tetap menyisakan sedikit kerenyahan yang menantang gigi. Itulah sensasi terbaik dan paling autentik dari aktivitas makan cuanki..

Itulah beberapa hal yang merusak rasa cuanki. Esensi dari makanan ini adalah kebersahajaan yang membumi, di mana siomay kering dan tahu adalah bintang utamanya. Mengubah takdir rasa cuanki dengan racikan yang berlebihan hanya akan membuat kalian kehilangan kemurnian rasa dan kenikmatannya.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Dilema Pedagang Cuanki di Bulan Puasa: Siang Sepi, Maghrib Kalah sama Kolak!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
4 kesalahan pembeli saat menyantap cuanki yang membuat rasanya kurang nikmat
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us