
ERAinteraksi manusia dengan kecerdasan buatan (AI) akan segera bergeser dari layar ponsel menuju perangkat fisik yang lebih intuitif. OpenAIperusahaan di balik ObrolanGPTsecara resmi mengonfirmasi bahwa mereka tengah mengembangkan rangkaian perangkat keras (hardware) baru yang dirancang khusus untuk era AI.
Langkah itu menandai ambisi besar perusahaan untuk mengintegrasikan AI lebih dalam ke dalam kehidupan sehari-hari melalui interaksi berbasis suara (voice-first).Presiden OpenAI, Greg Brockmanmengungkapkan rencana tersebut dalam podcast New Things with Joanna Stern.
Ia menyatakan bahwa perusahaan sedang membangun keluarga perangkatyang bertujuan melampaui batasan mengetik di layar. Fokus utamanya yaitumenciptakan interaksi yang lebih alami dan komunikatif, sehingga AI tidak lagi sekadar aplikasi, melainkan pendamping yang nyata.
Visi Perangkat Voice-Firstdan Kolaborasi Joni Ive
Meskipun detail spesifik mengenai bentuk perangkat tersebut masih dirahasiakan, Brockman menegaskan bahwa produk ini akan maksimal berguna,baik untuk kehidupan pribadi maupun profesional. Salah satu poin paling menarik ialah keterlibatan Jony Ive, mantan kepala desain Apple yang berperan besar dalam penciptaan iPhone original.
CEO OpenAI, Sam Altmansebelumnya sempat menyinggung konsep perangkat inti ketiga(setelah ponsel dan komputer). Perangkat ini dirumuskan dengan karakteristik sebagai berikut:
- Sadar Lingkungan: Mampu memahami sepenuhnya konteks di sekitar pengguna.
- Rendah hati: Desain yang tidak mencolok, dapat disimpan di saku atau diletakkan di meja tanpa mengganggu estetika.
- Tanpa Layar: Rumor kuat menyebutkan perangkat ini tidak akan memiliki layar, melainkan dilengkapi kamera dan berbagai sensor untuk berinteraksi dengan dunia fisik.
Catatan Produk: OpenAI sebenarnya telah merilis produk hardware pertamanya awal bulan ini, yakni keyboard miniatur seharga US$230 (sekitar Rp3,7 juta) yang dirancang khusus untuk pengguna alat Codex mereka. Namun, perangkat yang dikembangkan bersama Jony Ive ini diprediksi akan jauh lebih ramah konsumen umum.
Tantangan Hukum: Perseteruan dengan Apple
Ambisi OpenAI di dunia hardware tidak berjalan mulus tanpa hambatan. Saat ini, perusahaan tengah menghadapi gugatan hukum dari Apple. Raksasa teknologi asal Cupertino tersebut menuduh OpenAI mencuri rahasia dagang untuk merancang produk hardware barunya.
Gugatan itumelibatkan dua mantan karyawan Apple yang kini bekerja di OpenAI. Mereka dituduh mengirimkan informasi internal perusahaan lama mereka ke email pribadi sebelum pindah tugas. Menanggapi hal ini, OpenAI membantah keras tuduhan tersebut.
| Aspek | Klaim Apple | Jawaban OpenAI |
|---|---|---|
| Pencurian Data | Mantan karyawan mengirim rahasia dagang via email. | Tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut. |
| Persaingan | OpenAI menggunakan teknologi Apple secara ilegal. | Fokus pada inovasi mandiri dan kebebasan bekerja. |
Greg Brockman menegaskan bahwa OpenAI tidak memiliki ketertarikan pada rahasia dagang perusahaan lain. “Kami percaya pada persaingan yang adil dan memberikan kebebasan bagi orang-orang untuk bekerja di mana pun mereka pilih,” ujar pihak perusahaan dalam pernyataan resminya.
Masa Depan Pendamping AI
Langkah OpenAI masuk ke pasar hardware menunjukkan pergeseran strategi besar. Jika selama ini ChatGPT hanya otakdi dalam perangkat milik perusahaan lain, kini OpenAI ingin memiliki tubuhsendiri untuk AI mereka.
Perangkat yang diharapkan meluncur akhir tahun ini diprediksi akan menjadi ujian apakah konsumen siap beralih dari interaksi visual berbasis layar menuju interaksi auditori yang sepenuhnya ditenagai kecerdasan buatan. Dengan dukungan desain dari Jony Ive dan teknologi model bahasa besar (LLM) tercanggih saat ini, perangkat OpenAI berpotensi mendefinisikan ulang bagaimana manusia berkomunikasi dengan mesin di masa depan. (The Independent/I-2)