1. News
  2. Opinion
  3. Soal Survei KDM, Pengamat Sebut Masih Terlalu Dini Bicara Pilpres 2029

Soal Survei KDM, Pengamat Sebut Masih Terlalu Dini Bicara Pilpres 2029

soal-survei-kdm,-pengamat-sebut-masih-terlalu-dini-bicara-pilpres-2029
Soal Survei KDM, Pengamat Sebut Masih Terlalu Dini Bicara Pilpres 2029
Soal Survei KDM, Pengamat Sebut Masih Terlalu Dini Bicara Pilpres 2029
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi(Dok.MI)

PENGAMAT Komunikasi Politik dari Swarna Dwipa Institute (SDI), Frans Immanuel Saragih mengimbau masyarakat untuk menyikapi rilis survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) dan Indikator Politik Indonesia secara proporsional. Ia menilai hasil riset yang memuat dinamika kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo Subianto hingga elektabilitas Dedi Mulyadi tersebut cukup diposisikan sebagai referensi informasi tanpa perlu direspons secara reaktif.

Ia menekankan bahwa setiap lembaga survei memiliki metodologi tersendiri, sehingga publik disarankan menunggu rilis dari lembaga riset kredibel lainnya untuk membandingkan peta politik secara objektif.

“Hasil survei sebaiknya dipandang sebagai informasi. Tidak perlu disikapi secara berlebihan atau terlalu reaktif. Kita tunggu saja hasil dari lembaga survei lainnya. Nanti publik bisa menilai mana yang paling mendekati kondisi sebenarnya,” ujar Frans saat dihubungi, Kamis (30/7/2026).

Menanggapi simulasi yang menempatkan elektabilitas Dedi Mulyadi di atas Prabowo Subianto, Frans mengingatkan bahwa kedua tokoh tersebut berada di bawah naungan partai politik yang sama, yakni Partai Gerindra.

Oleh karena itu, ia menilai spekulasi mengenai potensi persaingan terbuka atau perpecahan di antara keduanya menuju Pilpres 2029 masih terlalu dini untuk disimpulkan saat ini.

“Agak sulit melihat dua tokoh ini akan berhadapan karena berasal dari rumah politik yang sama. Namun jika berbicara mengenai pasangan calon pada 2029, tentu semua kemungkinan masih terbuka. Tetapi saat ini masih terlalu dini,” terangnya.

Frans memperkirakan poros koalisi dan peta persaingan capres-cawapres baru akan mengristal secara riil pada akhir 2027 hingga awal 2028 mendatang. Daripada energi publik tersedot dalam polemik angka-angka survei politik pasca-pemilu, Frans menyarankan agar semua pihak lebih berfokus mengantisipasi dampak gejolak geopolitik global terhadap perekonomian dan stabilitas nasional.

“Di tengah situasi geopolitik global yang sedang bergejolak, lebih penting bagi kita untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat memengaruhi Indonesia dibanding terlalu larut dalam perdebatan hasil survei,” pungkas Frans. (H-4)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Soal Survei KDM, Pengamat Sebut Masih Terlalu Dini Bicara Pilpres 2029
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us