Jakarta (04/7) – Konferensi tahunan Young On Top, YOTNC 16, sukses mempertemukan lebih dari 5.000+ anak muda dari berbagai wilayah Indonesia di Swasana BRIN Thamrin Convention Hall, Jakarta, pada 04 Juli 2026. Melalui rangkaian sesi inspiratif bersama tokoh-tokoh dari berbagai industri, peserta memperoleh kesempatan untuk memperluas wawasan dan membangun jejaring. Dalam sesi bertema “Terhubung dalam Aksi”, Jerhemy Owen, Yudha, dan Ritmo Kurniawan membahas pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, kolaborasi lintas sektor, dan peran generasi muda dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan serta relevansinya bagi pengembangan kapasitas generasi muda.
Mengawali diskusi, Yudha menjelaskan bahwa SATU Indonesia Awards, yang telah diselenggarakan sejak 2010, merupakan bentuk apresiasi Astra kepada anak muda yang berkontribusi di bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, kewirausahaan, dan teknologi. Melalui program ini, Astra ingin mendorong semakin banyak generasi muda untuk berkontribusi dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa. Menurutnya, setiap orang memiliki potensi untuk menciptakan dampak sehingga yang terpenting adalah berani memulai aksi.
Senada dengan itu, Jerhemy Owen menyoroti tantangan generasi muda dalam mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata. Menurutnya, masih banyak orang yang enggan memulai karena menganggap aksi kecil tidak akan membawa perubahan. Padahal, perubahan besar selalu berawal dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
“Lebih baik melakukan hal kecil, tetapi konsisten hingga menjadi gaya hidup daripada melakukan aksi besar, tetapi hanya sesaat,” ujar Jerhemy.
Ia juga mengingatkan pentingnya membangun gerakan yang berkelanjutan dengan memperhatikan prinsip 3P (Profit, Planet, People). Selain itu, transparansi dan kolaborasi menjadi kunci agar sebuah program dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas.
Sementara itu, Ritno Kurniawan membagikan pengalamannya menggerakkan masyarakat dalam berbagai program lingkungan di Sumatra. Ia menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan persoalan lahan, tetapi juga pola pikir masyarakat. Oleh karena itu, komunikasi dan diskusi menjadi langkah penting untuk membangun kepercayaan sekaligus menemukan solusi bersama. Menurutnya, perubahan membutuhkan kesabaran dan konsistensi agar mampu memberikan dampak yang berkelanjutan.
Di akhir sesi, ketiga narasumber sepakat bahwa setiap anak muda memiliki kesempatan untuk berkontribusi dari lingkungan terdekatnya. Aksi tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kepedulian, tujuan yang jelas, dan kemauan untuk terus bergerak bersama justru menjadi langkah awal dalam menciptakan perubahan. Semangat inilah yang menjadi inti tema “Terhubung dalam Aksi”, yaitu bahwa perubahan dapat dimulai dari langkah kecil yang dilakukan secara konsisten dan diperkuat melalui kolaborasi.
====================================
Media Kontak
Aniela Valda Adlina, Writer
Muhammad Lazuardi Naftali, Editor