Jakarta (ANTARA) –
Pegiat para-atlet Indonesia Natalia Tjahja mendapat apresiasi dari Presiden Komite Paralimpiade Internasional (IPC) Andrew Parsons atas upayanya dalam mendorong inklusi bagi para atlet disabilitas melalui gerakan 100 Celebrities Talk for Para Athletes (100 CTFP).
Natalia mengatakan gerakan yang ia inisiasi bersama Maria Monique Last Wish Foundation (MMLWF) terus berkembang karena membawa pesan tentang kesetaraan dan peran olahraga dalam mengubah pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas.
“Apa yang dimulai sebagai pesan sederhana berupa dukungan telah berkembang menjadi gerakan dunia yang membawa nilai kasih, inklusi, dan harapan,” kata Natalia kepada ANTARA dalam pesan singkat di Jakarta, Selasa.
Menurut dia, setiap dukungan yang diberikan berbagai pihak memperkuat keyakinan bahwa olahraga dapat menjadi sarana untuk menyatukan masyarakat dan menciptakan perubahan sosial.
Presiden IPC menyatakan dukungannya terhadap 100 CTFP dan MMLWF karena menilai visi gerakan tersebut sejalan dengan tujuan IPC dalam membangun olahraga yang inklusif.
“Sebuah kehormatan dapat mendukung 100 CTFP dan Maria Monique Last Wish Foundation karena visi kami sama dengan visi IPC,” ujar Parsons.
Natalia merupakan satu-satunya figur non-atlet dan non-pejabat olahraga yang masuk dalam daftar tokoh yang diapresiasi atas kontribusinya terhadap gerakan paralimpik internasional.
Sementara sejumlah tokoh lain yang mendapat pengakuan memiliki latar belakang sebagai atlet paralimpiade, pejabat pemerintahan, pimpinan organisasi olahraga, maupun eksekutif, Natalia membangun gerakan tersebut sebagai warga sipil melalui inisiatif sosial.
Sejumlah tokoh yang mendapat apresiasi dari Presiden IPC antara lain Carla Qualtrough dan Karen O’Neil dari Kanada, Deepa Malik dari India, Luka Vilar Galvez dari Peru, Penny Briscoe CBE dari Inggris, Shakhnoza Mirziyoyeva dari Uzbekistan, serta Zakia Khudadadi dari Afganistan.
Andrew Parsons yang memimpin IPC dengan cakupan 185 Komite Paralimpiade Nasional (NPC) di dunia turut menyampaikan pesan 100 CTFP dalam sejumlah forum internasional sebagai bentuk dukungan terhadap kampanye tersebut.
Gerakan 100 CTFP saat ini telah melibatkan 637 tokoh internasional dari berbagai bidang, mulai dari olahraga, pemerintahan, bisnis, musik, budaya, hingga filantropi.
Kampanye 100 CTFP diluncurkan di Singapura melalui kolaborasi dengan ASEAN Para Sports Federation (APSF), Singapore Disability Sports Council (SDSC), NPC Singapura, Ital Auto Ferrari Singapore, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, dan Ferrari Owners Club Singapore.
Baca juga: Ketua KOI Oktohari ajak atlet disabilitas terus menginspirasi bangsa
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.