1. News
  2. Komunitas
  3. Mengapa Banyak Gen Z Menunda Menikah? Bukan Soal Takut Berkomitmen, Tapi Realita Finansial

Mengapa Banyak Gen Z Menunda Menikah? Bukan Soal Takut Berkomitmen, Tapi Realita Finansial

mengapa-banyak-gen-z-menunda-menikah?-bukan-soal-takut-berkomitmen,-tapi-realita-finansial
Mengapa Banyak Gen Z Menunda Menikah? Bukan Soal Takut Berkomitmen, Tapi Realita Finansial

7 Skill Keren yang Bisa Kamu Dapat dari Kuliah Sastra Inggris

Di media sosial, muncul anggapan bahwa Generasi Z enggan menikah karena ingin bebas atau takut berkomitmen. Namun, berbagai penelitian menunjukkan cerita yang jauh lebih kompleks. Bagi banyak anak muda, keputusan menikah bukan lagi sekadar soal kesiapan emosional, tetapi juga kesiapan finansial.

Laporan Deloitte Global Gen Z and Millennial Survey 2026 menemukan bahwa sekitar 55% Gen Z menunda keputusan besar dalam hidup, termasuk menikah, karena kondisi keuangan. Tingginya biaya hidup, sulitnya memiliki rumah, hingga ketidakpastian pekerjaan menjadi faktor utama yang membuat banyak anak muda memilih menunggu.

Fenomena ini juga terlihat di berbagai negara, termasuk Indonesia. Harga properti terus meningkat, sementara pertumbuhan pendapatan sering kali tidak secepat kenaikan biaya kebutuhan sehari-hari. Akibatnya, banyak pasangan merasa belum memiliki fondasi ekonomi yang cukup untuk membangun keluarga.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pengeluaran rumah tangga terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat bahwa inflasi pada kelompok perumahan, makanan, dan kebutuhan pokok ikut memengaruhi daya beli masyarakat, terutama kelompok usia produktif yang baru memulai karier.

Meski begitu, menunda menikah bukan berarti gagal mencapai target hidup. Para peneliti dari Pew Research Center menilai bahwa generasi muda saat ini cenderung mengambil keputusan berdasarkan kesiapan jangka panjang dibanding tekanan sosial. Mereka lebih memilih membangun tabungan, meningkatkan keterampilan, dan memperoleh pekerjaan yang stabil sebelum memasuki jenjang pernikahan.

Perubahan pola pikir ini menunjukkan bahwa definisi “siap menikah” kini semakin realistis. Bukan karena anak muda tidak menghargai komitmen, melainkan karena mereka ingin memulai kehidupan rumah tangga dengan kondisi yang lebih aman secara finansial.

Pada akhirnya, usia bukan satu-satunya ukuran kedewasaan. Memiliki perencanaan keuangan yang sehat, pekerjaan yang stabil, serta kesiapan mental justru menjadi modal yang lebih penting untuk membangun keluarga yang kuat. Menunda bukan berarti menyerah, tetapi memberi waktu agar langkah besar itu dapat dijalani dengan lebih matang.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mengapa Banyak Gen Z Menunda Menikah? Bukan Soal Takut Berkomitmen, Tapi Realita Finansial
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us