Pernah merasa logat bicara berubah saat sedang bersama teman kampus, lalu berbeda lagi ketika berada di kantor atau berkumpul dengan keluarga? Ternyata, itu bukan berarti kamu tidak punya pendirian. Psikologi menjelaskan bahwa manusia memang secara alami menyesuaikan cara berkomunikasi dengan lingkungan sosialnya.
Fenomena ini dikenal sebagai Communication Accommodation Theory, teori yang dikembangkan oleh profesor komunikasi Howard Giles. Teori tersebut menjelaskan bahwa seseorang cenderung menyesuaikan gaya bicara, intonasi, pilihan kata, hingga ekspresi agar hubungan dengan lawan bicara terasa lebih akrab dan nyaman. Penelitian menunjukkan bahwa proses ini membantu membangun rasa percaya, memperkuat hubungan sosial, dan memudahkan kerja sama.
Namun, penyesuaian bukan berarti kehilangan jati diri. Yang perlu diwaspadai adalah ketika seseorang mulai mengubah nilai, prinsip, atau perilaku hanya demi diterima oleh lingkungan tertentu.
Berikut beberapa alasan mengapa lingkungan dapat memengaruhi cara kita berbicara.
1. Otak ingin membangun koneksi sosial
Manusia adalah makhluk sosial. Menyesuaikan gaya komunikasi menjadi salah satu cara alami untuk menciptakan kedekatan dan rasa diterima dalam kelompok.
2. Kita belajar dari orang-orang di sekitar
Menurut teori Social Learning dari Albert Bandura, manusia belajar melalui pengamatan. Cara berbicara, bercanda, hingga berekspresi sering kali dipelajari dari lingkungan terdekat.
3. Setiap lingkungan memiliki norma yang berbeda
Cara berbicara dengan sahabat tentu berbeda saat berdiskusi dengan dosen, atasan, atau klien. Menyesuaikan diri adalah bentuk kecerdasan sosial, bukan kepura-puraan.
4. Emosi dapat menular
Suasana hati orang-orang di sekitar dapat memengaruhi ekspresi, intonasi, bahkan cara kita tertawa. Hal ini dikenal sebagai emotional contagion atau penularan emosi.
5. Tetap kenali batasnya
Beradaptasi adalah hal yang positif, tetapi jangan sampai kehilangan prinsip hanya demi diterima oleh lingkungan.
Pada akhirnya, lingkungan memang membentuk cara kita berinteraksi. Karena itu, memilih teman yang memberikan pengaruh positif sama pentingnya dengan mengembangkan diri. Sebab, orang-orang yang paling sering menghabiskan waktu bersama kita sedikit banyak akan membentuk kebiasaan, pola pikir, dan cara kita berkomunikasi.