Kisah Hamdan bin Hassan, Pemuda Malaysia yang Raih Gelar Sarjana Muda di UGM pada 1965
Universitas Gadjah Mada adalah salah satu perguruan tinggi dengan reputasi mumpuni di tanah air. Banyak para pelajar yang menjadikan kampus di Yogyakarta tersebut sebagai tujuan untuk melanjutkan pendidikan.
Minat untuk menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada tidak hanya dirasakan oleh generasi muda di Indonesia juga. Ada juga para pelajar di luar negeri yang ingin melanjutkan pendidikan di kampus tersebut.
Tidak hanya saat ini, kejadian ini juga sudah terjadi sejak beberapa dekade silam. Salah satunya bisa Kawan lihat pada 1965 lalu.
Pada saat itu, ada seorang pemuda dari Malaysia yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan lulus di Universitas Gadjah Mada sebagai seorang Sarjana Muda. Tidak hanya menyelesaikan pendidikan, pemuda tersebut juga menemukan jodohnya saat menempuh pendidikan di kampus tersebut.
Bagaimana momen yang terjadi pada saat itu? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.
Menginjakkan Kaki di Yogyakarta sejak SMA
Dinukil dari artikel “Pelajar Malaysia Beroleh Ijazah Varsiti Gaja Mada” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 22 Oktober 1970, diberitakan ada seorang pemuda dari Malaysia yang berhasil menyelesaikan pendidikan di Universitas Gadjah Mada. Pemuda tersebut bernama Hamdan Bin Hasan.
Pemuda yang berasal dari Pasir Putih, Kelantan ini berhasil memperoleh gelar Sarjana Muda untuk bidang pendidikan Sastra Filologi di Universitas Gadjah Mada pada waktu itu. Dia berhasil menyelesaikan pendidikan ini dalam kurun waktu dua tahun, sejak 1963 hingga 1965.
Uniknya, Universitas Gadjah Mada ternyata bukanlah institusi pendidikan pertama yang ditempuh oleh Hamdan di Indonesia pada waktu itu. Dirinya pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia pada 1959.
Pada waktu itu, dia menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas di Yogyakarta. Dirinya berhasil menyelesaikan pendidikan SMA pada 1962, sebelum melanjutkan pembelajarannya ke Universitas Gadjah Mada.
Terima Beasiswa dari Pemerintah Indonesia
Hamdan juga menjadi pelajar Malaysia pertama yang menempuh pendidikan di Indonesia sebelum terjadinya konfrontasi pada 1959. Dirinya juga menjadi pelajar pertama dari Malaysia yang berhasil mendapatkan beasiswa dari Pemerintah Indonesia untuk melanjutkan pendidikan pada waktu itu.
Beasiswa yang dia terima ini terus berlanjut ketika Hamdan meneruskan pendidikan ke Universitas Gadjah Mada. Beasiswa ini pula yang turut mengantarkannya meraih gelar Sarjana Muda dari Universitas Gadjah Mada pada waktu itu.
Bertemu Jodoh di Kampus yang Sama
Gelar Sarjana Muda bukanlah satu-satunya hal positif yang didapat oleh Hamdan ketika menempuh pendidikan di Indonesia saat itu. Selain menyelesaikan pendidikan, dirinya juga menemukan jodohnya ketika menempuh pendidikan di Kota Pelajar tersebut.
Hamdan menikah dengan Vivik Dewi Mariah pada 25 Juli 1970. Istrinya yang berasal dari Jember, Jawa Timur ini juga merupakan salah satu mahasiswa yang menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada.
Vivik Dewi Mariah diketahui merupakan salah seorang mahasiswa yang menempuh pendidikan bidang studi Sastra Indonesia di Universitas Gadjah Mada pada waktu itu. Berbeda dengan Hamdan yang sudah lulus dan mendapatkan gelar Sarjana Muda lima tahun sebelum pernikahan mereka, Vivik masih menjadi mahasiswa tahun akhir pada saat menikahi pemuda dari Malaysia tersebut.
Itulah kisah dari Hamdan, pemuda asal Kelantan, Malaysia yang berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Muda di Universitas Gadjah Mada pada 1965 silam. Tidak hanya menyelesaikan pendidikan, Hamdan juga berhasil menemukan jodoh dan menikahi wanita Indonesia dengan almamater yang sama dengan dirinya pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News